Komisi VIII Ungkap Sulitnya Berangkatkan Haji: Tak Seperti Serang ke Jakarta

-

Jakarta

Pemerintah secara resmi telah mengumumkan bahwa Indonesia tidak akan memberangkatkan warganya untuk ibadah haji ke Arab Saudi tahun 2021. Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengungkap sejumlah kendala yang dihadapi jika memberangkatkan haji di tengah pandemi Corona.

“Ini bukan kayak berangkatkan orang dari Serang ke Jakarta, gampang. Cuma kalau berangkatkan orang mencapai ribuan, ada dari berbagai daerah, itu rasanya sulit di tengah larangan terbang belum dicabut,” ujar Yandri dalam sebuah webinar bertajuk ‘Menyorot Akuntabilitas Pengelolaan Dana Haji’, Kamis (10/6/2021).

Yandri menyebut ada sejumlah kendala dalam memberangkatkan haji tahun ini. Misalnya pihak Arab Saudi yang tak kunjung mengumumkan kuota haji hingga larangan terbang yang belum dicabut.

“Kita analisis di dalam negeri sudah sangat siap. Tetapi kendala terbesar sebenarnya kuota nggak dikasih, larangan terbang belum dicabut. Terbukti sampai saat ini Saudi belum berikan kuota,” tuturnya.

Padahal, kata Yandri, negara siap menanggung seluruh biaya syarat protokol kesehatan yang harus ditaati para calon jemaah haji. Namun, dia mengatakan banyaknya karantina yang harus dilalui membuat haji mustahil dilaksanakan.

“Kita sudah hitung biaya haji berapa. Perkiraannya Rp 86 juta di tengah pandemi. Tapi itu kita tidak bebankan ke calon jemaah haji karena prokes itu ditanggung negara melalui Menkes. Kalau kita bebankan Rp 6-8 juta ke jemaah, terlalu berat,” kata Yandri.

“Maka waktu itu kita rapat ditanggung penuh negara, termasuk karantina. Berapa hari karantina di Tanah Air, PCR, sampai di tanah suci juga karantina. Intinya hampir 4 kali karantina. Kalau dikasih kuota haji, waduh malah bisa kacau balau,” sambungnya.

Untuk itu, Yandri mengungkapkan DPR menyerahkan soal keberangkatan haji 2021 sepenuhnya ke pemerintah untuk mengambil keputusan terbaik.

“Waktu itu kami rapat tertutup dengan Kemenag, semua fraksi, menghormati dan menyerahkan ke pemerintah untuk mengambil keputusan yang terbaik. Dan itu berdasarkan pembicaraan dari banyak sisi,” imbuh Yandri.

Diketahui, pemerintah melalui Kemenag telah memutuskan untuk meniadakan haji tahun ini. Keputusan tersebut dinilai pahit tapi menjadi yang terbaik.

(maa/maa)

Share this article

Recent posts

Video Saat Mustang GT500 Terbakar di Pondok Indah

Mobil sport Mustang V8 terbakar di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan, sore tadi. Api melahap hangus bodi mobil tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

PPKM Level 4 Berlaku Besok, Kapasitas Angkutan Umum-Taksi Online 50%

Penerapan PPKM level 4 berlaku mulai besok hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen. "Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Menko Kemaritiman dan…

Misteri Perusak Patung Ikon di Sulbar Dirusak Bikin Gempar

Video viral beredar menunjukkan seorang pria bermartil menghancurkan patung di salah satu sudut Polewali Mandar. Misteri masih belum terungkap, kenapa pria itu menghancurkan patung? Dalam salah satu potongan video pendek yang beredar di media sosial, tampak pria bermartil memukul-mukul Patung Tani yang tinggi menjulang. Peristiwa ini ternyata mengambil tempat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,…

Dua Lembaga BPJS Akan Integrasikan Data Layanan Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK akan mengintegrasikan data layanan program jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) secara spesifik. Dengan adanya integrasi data tersebut diharapkan akan meningkatkan mutu layanan yang diterima peserta.

Duka Bocah Vino Jadi Yatim Piatu Gegara Corona

Sungguh malang nasib seorang bocah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino. Bocah berusia 10 tahun itu harus kehilangan kedua orang tuanya gara-gara Corona (COVID-19).

Popular categories

Recent comments