Sengketa Merek, ACC Astra Menang Lawan Klik ACC

-

Jakarta

Mahkamah Agung (MA) memenangkan Astra Sedaya Finance sebagai pemegang merek terkenal ACC. MA Meminta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) menghapus merek Klik ACC dari dafar daftar umum merek.

Hal itu tertuang dalam putusan Peninjauan Kembali (PK) yang dilansir website MA, Jumat (21/5/2021). Di mana kasus bermula saat ACC tidak terima dengan merek ‘Klik ACC’ karena memiliki persamaan pada pokoknya sehingga dinilai bisa mengecoh konsumen.

Gugatan dilayangkan ke PN Jakpus. Pada 24 Januari 2019, Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) hanya memutuskan Astra Sedaya Finance adalah pemilik merek ACC kelas 36. Tapi PN Jakpus tidak menghapus merek Klik ACC dari daftar merek.

Atas hal itu, Astra Sedaya Finance tidak terima dan mengajukan kasasi tetapi menemui jalan buntu. MA menolak permohonan kasasi Astra Sedaya Finance. Tidak putus asa, Astra Sedaya Finance mengajukan PK dan dikabulkan.

“Menyatakan Penggugat adalah pendaftar yang beriktikad baik atas merek ‘ACC Memberi Kemudahan’ untuk kelas Barang/Jasa Nomor 36,” kata majelis hakim yang diketuai I Gusti Agung Sumanatha dengan anggota Zahrul Rabain dan Rahmi Mulyati.

Majelis menyatakan merek ACC memberi kemudahan milik Astra Sedaya Finance adalah merek dengan reputasi yang baik. MA juga menyatakan merek Klik ACC ada persamaan pada pokoknya dengan merek ‘ACC Memberi Kemudahan’ milik sah Penggugat.

“Menyatakan Tergugat adalah pendaftar yang beriktikad tidak baik. Menyatakan batal pendaftaran merek KlikACC dengan Sertifikat Merek Nomor IDM000611517, tanggal Pendaftaran Merek 10 April 2018 atas nama Tergugat, beserta dengan segala akibat hukumnya,” ucap majelis hakim.

MA juga memerintahkan Kemenkum HAM melaksanakan pembatalan dengan mencoret dari Daftar Umum Merek terhadap Ppndaftaran merek KlikACC. Setelah itu, Kemenkum HAM wajib mengumumkan dalam Berita Resmi Merek.

Apa alasan MA memenangkan ‘ACC Memberi Kemudahan’? Berikut alasannya:

1. Bahwa Pasal 21 ayat (1) Undang Undang Nomor 20 Tahun 2016, dalam penjelasannya menentukan bahwa “persamaan pada pokoknya” adalah kemiripan yang disebabkan oleh adanya unsur yang dominan antara merek yang satu dengan merek yang lain sehingga menimbulkan kesan adanya persamaan, baik mengenai bentuk, cara penempatan, cara penulisan atau kombinasi antara unsur, maupun persamaan bunyi ucapan, yang terdapat dalam merek tersebut.

2.Bahwa berdasarkan pasal tersebut di atas, maka dapat dinilai bahwa dari segi bentuk, cara penempatan dan cara penulisan antara merek “ACC” milik Penggugat dengan merek “Klik ACC” milik Tergugat berbeda, akan tetapi antara kedua merek tersebut terdapat persamaan pada pokoknya dari segi bunyi ucapan kata “ACC”;

3.Bahwa penjelasan Pasal 21 ayat (3) Undang Undang Nomor 20 Tahun 2016, dalam penjelasannya menentukan bahwa “Pemohon yang beriktikad tidak baik” adalah Pemohon yang patut diduga dalam mendaftarkan mereknya memiliki niat untuk meniru, menjiplak, atau mengikuti merek pihak lain demi kepentingan usahanya menimbulkan kondisi persaingan usaha tidak sehat, mengecoh atau menyesatkan konsumen”

4.Bahwa merek Penggugat telah lebih dahulu terdaftar yaitu tanggal 26 Juni 2014, Sertifikat Merek Nomor IDM000554835 kelas 36 untuk jenis barang/jasa, bidang jasa pembiayaan, yang sudah dikenal sangat baik di masyarakat.

5.Sementara merek Tergugat baru terdaftar pada tanggal 10 April 2018, Nomor Pendaftaran IDM000611517 dengan filling date 28 Februari 2017, kelas 36 juga untuk jenis jasa asuransi, urusan keuangan, urusan moneter, jasa perbankan, bank devisa, bank kredit, bank pasar, bank tabungan, jasa tabungan, jasa deposito, jasa kartu kredit, pengiriman uang bank manual maupun electronik, penanaman modal, konsultasi keuangan.

6.Bahwa kedua merek tersebut terdaftar untuk kelas dan jenis barang yang sama yakni kelas barang 36 dengan jenis barang/jasa yang bergerak di bidang jasa keuangan dalam arti bergerak dalam bidang usaha perdagangan yang sama yaitu bidang jasa pembiayaan.

7.Bahwa merek Penggugat sudah lama dikenal masyarakat, PT Astra Sedaya Finance adalah anak perusahaan PT Astra Internasional Tbk memakai/menggunakan merek “ACC” dengan logo persegi empat dengan latar belakang berwarna biru.

Sementara Tergugat menggunakan kata “ACC” untuk merek, yang apabila digunakan dalam nama domein Tergugat menggunakan kata “ACC”, maka merek Tergugat akan menyesatkan dan menimbulkan kebingungan dalam masyarakat konsumen, karena konsumen berfikir bahwa merek “Klik ACC” ini berafiliasi dengan merek yang didukung oleh PT Astra Internasional Tbk.

8.Dengan demikian data disimpulkan bahwa Tergugat mendaftarkan mereknya yang mempunyai persamaan bunyi ucapan dengan merek Penggugat yang telah dikenal masyarakat, dengan iktikad tidak baik, yaitu Tergugat memiliki niat untuk meniru, menjiplak atau mengikuti merek Penggugat demi kepentingan usahanya, menimbulkan kondisi persaingan usaha tidak sehat, mengecoh atau menyesatkan konsumen, sehingga menimbulkan kebingungan dalam masyarakat konsumen.

Share this article

Recent posts

Nadiem Tegaskan Akan Basmi Tiga Hal dalam Sistem Pendidikan Nasional

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan bahwa pihaknya akan membasmi tiga hal dalam sistem pendidikan nasional. Ketiganya yakni intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

Kebakaran di Toko Swalayan Cilandak Jaksel Padam, Tidak Ada Korban

Petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta telah berhasil memadamkan kebakaran di toko swalayan Cahaya, Jl Cilandak KKO, Jakarta Selatan. Sebanyak 27 unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Banjir Bandang, Pemkab Tetapkan Darurat Bencana Minahasa Tenggara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut), menetapkan status darurat bencana. Hal ini menyusul kejadian banjir bandang yang melanda dua kecamatan di daerah itu. "Melihat dampak dari banjir bandang ini, kami dari Pemkab Minahasa Tenggara menetapkan status darurat bencana," kata Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap seperti dilansir Antara, Selasa (21/9/2021).

8 Remaja yang Hendak Tawuran di Bogor Diamankan Polisi, Sajam Disita

Dua kelompok remaja yang menamai diri 'Win Family' dan 'Enjoy Italy' hendak tawuran pada Sabtu (19/9) malam di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Belum sempat beraksi, kedua kelompok tersebut dibekuk oleh Tim Jaguar Polres Metro Depok.

Bakamla RI Jelaskan Situasi Laut Natuna Utara Saat Ini

Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengungkap situasi Laut Natuna Utara saat ini. Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia mengatakan situasi terkendali dan para pelayan tak perlu khawatir dalam berkativitas.

Popular categories

Recent comments