Pesan Polri dari Penangkapan Pria Provokator Terobos Penyekatan Mudik

-

Jakarta

Eks Wakil Ketua FPI Aceh Wahidin yang viral ajak masyarakat terobos penyekatan mudik telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Polri berharap masyarakat memahami tujuan pemerintah melarang mudik, tak lain untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Masyarakat kami harap dapat memahami latar belakang larangan mudik dan diterapkannya penyekatan di jalur-jalur mudik. Upaya-upaya ini dilakukan untuk mencegah penularan virus COVID-19, bersamaan dengan program vaksinasi nasional yang digalakkan di seluruh wilayah untuk tujuan yang baik bagi kita semua, yaitu membebaskan negara kita dari situasi pandemi COVID-19,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi, Senin (10/5/2021).

Slamet sangat menyayangkan seruan terobos penyekatan mudik yang dilakukan W di tengah situasi pandemi COVID-19. Seruan itu juga kata Slamet mengandung unsur SARA.

“Apa yang dilakukan Saudara W sangat tidak bijak dengan mengajak masyarakat melakukan mudik, memadati penyekatan bahkan mengajak menerobos penyekatan dibumbui narasi SARA,” ujarnya.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan virtual police akan terus memantau berbagai konten di media sosial. Sasaran kontennya adalah yang berbau provokatif hingga SARA yang berpotensi dapat memecah belah bangsa.

“Virtual Police akan terus memantau konten-konten di media sosial yang terindikasi bersifat provokatif dengan narasi ujaran kebencian, SARA, memecah belah bangsa,” imbuhnya.

Konten video yang dibuat W terjaring virtual police. Polisi kemudian meminta pendapat para ahli untuk menganalisis narasi yang diucap W.

Pendapat ahli bahasa: Hasutan melakukan perlawanan. Penghinaan kepada penguasa dan penyebaran pemberitahuan bohong.

Pendapat Ahli Pidana: Selain menghasut pasal 160 KUHP, juga merupakan pernyataan yg ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian berdasar SARA pasal 28 ayat (2), serta ini merupakan penghinaan terhadap penguasa pasal 207 KUHP.

Pendapat Ahli Sosiologi: Ujaran kebencian, dimana sikap dan pernyataan pelaku ditujukan untuk menimbulkan permusuhan dan kebencian berdasarkan SARA, sebagaimana dimaksud pasal 28 ayat (2). Tindakan penghasutan atau menghasut untuk melawan hukum sebagaimana dimaksud pasal 160 KUHP. Tindakan menghina atau penghinaan kepada penguasa (badan hukum) sebagaimana di maksud pasal 207 KUHP.

Sebelumnya, Wahidin diamankan pada Minggu (9/5) pukul 16.00 WIB. Penangkapan Wahidin berdasarkan laporan polisi LP.A/53/V/2021/SPKT.DITRESKRIMSUS/POLDA ACEH, tanggal 09 Mei 2021.

Dalam video yang viral, Wahidin tampak duduk di dalam mobil sembari memangku anak kecil. Terlihat juga seorang anak kecil lain di kursi belakang.

“Kepada saudara-saudaraku semua yang sedang mudik di mana pun antum berada, terus mudik. Harus bersama-sama, ramaikan di tempat penyekatan-penyekatan,” ujar pria tersebut dari video beredar seperti dilihat pada Minggu (9/5).

“Lawan, terobos mereka, pulang, jumpai orang tua, jumpai ibumu, jumpai ayahmu, jumpai anakmu, jumpai sanak saudaramu. Minta keampunan dari Allah SWT, minta kerelaan, minta keridhoan kedua orang tua. Jangan pernah takut dengan rezim setan iblis yang sudah dikuasai komunis. Mereka bekerja untuk komunis,” tambahnya.

(knv/knv)

Share this article

Recent posts

Nadiem Tegaskan Akan Basmi Tiga Hal dalam Sistem Pendidikan Nasional

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan bahwa pihaknya akan membasmi tiga hal dalam sistem pendidikan nasional. Ketiganya yakni intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

Kebakaran di Toko Swalayan Cilandak Jaksel Padam, Tidak Ada Korban

Petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta telah berhasil memadamkan kebakaran di toko swalayan Cahaya, Jl Cilandak KKO, Jakarta Selatan. Sebanyak 27 unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Banjir Bandang, Pemkab Tetapkan Darurat Bencana Minahasa Tenggara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut), menetapkan status darurat bencana. Hal ini menyusul kejadian banjir bandang yang melanda dua kecamatan di daerah itu. "Melihat dampak dari banjir bandang ini, kami dari Pemkab Minahasa Tenggara menetapkan status darurat bencana," kata Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap seperti dilansir Antara, Selasa (21/9/2021).

8 Remaja yang Hendak Tawuran di Bogor Diamankan Polisi, Sajam Disita

Dua kelompok remaja yang menamai diri 'Win Family' dan 'Enjoy Italy' hendak tawuran pada Sabtu (19/9) malam di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Belum sempat beraksi, kedua kelompok tersebut dibekuk oleh Tim Jaguar Polres Metro Depok.

Bakamla RI Jelaskan Situasi Laut Natuna Utara Saat Ini

Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengungkap situasi Laut Natuna Utara saat ini. Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia mengatakan situasi terkendali dan para pelayan tak perlu khawatir dalam berkativitas.

Popular categories

Recent comments