Wakil Ketua MPR Ingatkan Dampak dari Pembelajaran Jarak Jauh

-

Jakarta

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyebutkan partisipasi pendidikan di Indonesia ini masih rendah. Ia mengakui sudah ada peningkatan, namun masih meninggalkan permasalahan. Wanita yang akrab dipanggil Rerie itu mengungkapkan dunia pendidikan juga belum memaksimalkan pentingnya dan pemahaman tentang pendidikan dan kebudayaan.

Hal itu ia ungkapkan dalam acara ‘Diskusi Empat Pilar MPR’ yang digelar di Media Centre, Gedung Nusantara I, Senayan Senin (3/4) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Acara ini sekaligus memberi penghormatan kepada Ki Hajar Dewantara, selaku Bapak Pendidikan Nasional.

Ia juga mengatakan permasalahan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) terutama masalah jaringan internet. Soal jangkauan internet ini, kata Rerie, terjadi di daerah pelosok.

“Kalau di kota-kota besar, akses internet mudah, nah masalahnya bila sekolah berada di daerah pelosok”, ungkap Rerie dalam keterangannya, Selasa (4/4/2021).

Rerie mengatakan pandemi juga membuat sekitar 60 juta siswa harus belajar di rumah. Namun sayangnya tak semua siswa bisa belajar lewat PJJ secara ideal. Ia khawatir akan ada masalah baru yang disebutnya ‘learning lost’. Akibat lama tak pergi ke sekolah, akan ada dampak kesehatan mental yang menimpa para siswa.

“Hal inilah yang perlu diperhatikan oleh pemerintah”, tegasnya.

Ia juga mengatakan dalam masa pandemi pemerintah belum bisa menerapkan ekosistem pembelajaran yang ideal. “Masih banyak warga yang belum memperoleh kesempatan belajar,” ujarnya.

Timbulnya ‘learning lost’ juga diakui oleh Anggota MPR Fraksi PKB, Syaiful Huda, yang juga menjadi narasumber dalam diskusi itu. Syaiful mengutip beberapa survei yang menyebutkan PJJ berjalan secara efektif.

Namun, hal tersebut berbanding terbalik saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah dan berdialog dengan kepala sekolah. Dari kunjungan itu ia mengungkapkan efektivitas PJJ hanya 30 persen.

“Rendahnya efektivitas PJJ kita maklumi sebab pendidik dan siswa masih beradaptasi dengan teknologi”, ungkap Syaiful.

Ia berharap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim agar memanfaatkan kondisi yang ada menjadi momentum untuk bangkit.

“Misalnya dengan menerapkan pendidikan yang berbasis pada media digital”, jelasnya.

Terkait ‘learning lost’, pengamat pendidikan Indra Charismiadji menyebutkan dunia pendidikan di Indonesia sebenarnya sudah mengalami ‘learning lost’ sejak 20 tahun yang lalu. Dirinya menggunakan data-data dari media dan data asing.

“Contohnya kemampuan matematika siswa di Indonesia rendah”, ungkap Indra.

Indra mengatakan seharusnya pendidikan di negara ini sudah harus berbasis pada digital.

“Karena arah pendidikan masa depan ke sana”, pungkas dia.

(prf/ega)

Share this article

Recent posts

Bupati Tapteng Bangun Kembali 2 Rumah Warga Manduamas yang Terbakar

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani mendapat laporan 2 unit rumah warganya terkena musibah kebakaran. Bakhtiar pun segera melakukan tindakan cepat untuk membantu dan membangun kembali dua rumah warganya yang mengalami kebakaran di Desa Manduamas Lama, Kecamatan Manduamas, Tapteng.

Azis Syamsuddin Bungkam Setelah Ditahan KPK

KPK resmi menetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai tersangka dalam kasus suap penanganan perkara dana alokasi khusus (DAK) di Lampung Tengah. Azis bungkam setelah ditahan oleh KPK. Pantauan detikcom pada pukul 01.03 WIB, Sabtu (25/9/2021), Azis keluar dari gedung KPK, Jakarta Selatan, tanpa memberikan sepatah kata pun. Dengan tangan terborgol dan berompi tahanan…

Puan Wanti-wanti Pemerintah soal Lonjakan Corona di Libur Akhir Tahun

Ketua DPR RI, Puan Maharani mengingatkan pemerintah terkait potensi terjadinya kembali lonjakan Corona (COVID-19) saat libur akhir tahun. Puan meminta agar pemerintah mempercepat vaksinasi COVID-19 khususnya di wilayah dengan mobilitas tertinggi.

Nadiem Tegaskan Akan Basmi Tiga Hal dalam Sistem Pendidikan Nasional

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan bahwa pihaknya akan membasmi tiga hal dalam sistem pendidikan nasional. Ketiganya yakni intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

Kebakaran di Toko Swalayan Cilandak Jaksel Padam, Tidak Ada Korban

Petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta telah berhasil memadamkan kebakaran di toko swalayan Cahaya, Jl Cilandak KKO, Jakarta Selatan. Sebanyak 27 unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Popular categories

Recent comments