Kejati Sulsel Sita Cafe-Percetakan Milik Tersangka Kredit Fiktif Rp 25 M

-

Makassar

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel menyita sejumlah aset tersangka kredit fiktif di Bank Sulselbar senilai Rp 25 M, Ikbal Reza Ramadhan. Aset Ikbal yang disita penyidik salah satunya bangunan cafe, percetakan, hingga salon milik tersangka Ikbal.

“Benda yang berhasil disita berupa aset milik tersangka IRR (Ikbal Reza Ramadhan) atau yang terkait dengan tindak pidana yang disangkakan kepada IRR berupa bangunan cafe, carwash, vape store, percetakan, salon, dan 1 unit rumah,” kata Kasi Penkum Kejati Sulsel, Idil saat dikonfirmasi, Senin (12/4/2021).

Selain bangunan, penyidik juga menyita beberapa kendaraan roda dua dan roda empat. Lokasi penyitaan ini dilakukan di Makassar dan Bulukumba. Aset lain yang disita adalah milik adik dari IRR, yaitu Ayu Yuandini.

“Dia (Ayu Yuandini) selaku CEO Labissa Grup, yang juga merupakan adik kandung dari Tersangka. Penyitaan terhadap Rumah dan Bangunan (benda tidak bergerak) dilakukan setelah diterimanya penetapan izin dari Ketua Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar, adapun penyitaan terhadap benda bergerak berupa beberapa kendaraan tersebut selanjutnya akan dimintakan persetujuan penyitaan kepada Ketua Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar,” terangnya.

“Terhadap aset tersangka yang telah disita, nantinya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara pada proses selanjutnya,” imbuhnya.

Ikbal Reza Ramadhan ditetapkan sebagai tersangka terkait Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang (TPPU), terkait Pemberian Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL) secara fiktif oleh Bank SulSelBar Cabang Utama Bulukumba dari Tahun 2016 – 2021, yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 25 miliar.

Ikbal merupakan account Officer Bank Sulselbar Cabang Utama Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat ini Ikbal ditahan di Lapas Klas I Makassar dalam 20 hari ke depan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

(fiq/zap)

Share this article

Recent posts

Gempa M 4,3 Terjadi di Jayapura Papua

Gempa bumi terjadi di Jayapura, Papua. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 4,3. Gempa tersebut terjadi pada Senin (27/9/2021) pukul 00.01 WIB. Gempa tersebut berada di kedalaman 2 km.

Bupati Tapteng Bangun Kembali 2 Rumah Warga Manduamas yang Terbakar

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani mendapat laporan 2 unit rumah warganya terkena musibah kebakaran. Bakhtiar pun segera melakukan tindakan cepat untuk membantu dan membangun kembali dua rumah warganya yang mengalami kebakaran di Desa Manduamas Lama, Kecamatan Manduamas, Tapteng.

Azis Syamsuddin Bungkam Setelah Ditahan KPK

KPK resmi menetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai tersangka dalam kasus suap penanganan perkara dana alokasi khusus (DAK) di Lampung Tengah. Azis bungkam setelah ditahan oleh KPK. Pantauan detikcom pada pukul 01.03 WIB, Sabtu (25/9/2021), Azis keluar dari gedung KPK, Jakarta Selatan, tanpa memberikan sepatah kata pun. Dengan tangan terborgol dan berompi tahanan…

Puan Wanti-wanti Pemerintah soal Lonjakan Corona di Libur Akhir Tahun

Ketua DPR RI, Puan Maharani mengingatkan pemerintah terkait potensi terjadinya kembali lonjakan Corona (COVID-19) saat libur akhir tahun. Puan meminta agar pemerintah mempercepat vaksinasi COVID-19 khususnya di wilayah dengan mobilitas tertinggi.

Nadiem Tegaskan Akan Basmi Tiga Hal dalam Sistem Pendidikan Nasional

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan bahwa pihaknya akan membasmi tiga hal dalam sistem pendidikan nasional. Ketiganya yakni intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

Popular categories

Recent comments