Cemarkan Nama Anggota DPRD, Pendukung Gubernur Sulsel Divonis 4 Bulan Bui

-

Jakarta

Pendukung Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah, Chalifa Mansilya Angge (51) dihukum 4 bulan penjara. Chalifa dinyatakan terbukti bersalah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena mencemarkan nama baik anggota DPRD Sulsel, Kadir Halid.

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Tinggi (PT) Makassar yang diketok siang ini, Senin (11/1/2021). Awalnya Chalifa ikut demo mendukung Nurdin Abdullah di DPRD Sulsel pada 1 Agustus 2019.

Kala itu, Nurdin Abdullah sedang digoyang DPRD untuk dimakzulkan. Chalifa tidak terima dan mendukung Nurdin agar Nurdin tidak dimakzulkan. Hak angket itu dipimpin oleh Kadir Halid.

Setelah pulang ke rumah, Chaifa meluapkan aspirasinya ke sosial media. Lewat tengah malam, Chalifa memposting di Facebook:

Hahahhaaa khadir halid ibarat iblis pemangsa yg sangat ingin menghancurkan Gubernur NA, sampai2 melupakan dirinya sebagai anggota dewan wakil rakyat, untung saja tidak OPPO’makooo khaidir halid kelaut mako saja berenang sama hiu !!!”.

Postingan itu menjadi ramai di lini massa. Kadir Halid tidak terima merasa terhina, dicemarkan nama baiknya dan direndahkan martabatnya sebagai anggota DPRD Sulsel. Kadir memilih mempolisikan Chalifa. Kasus bergulir ke pengadilan.

Pada 14 Oktober 2020, PN Makassar menjatuhkan hukuman 4 bulan penjara kepada Chlaifa dan denda Rp 20 juta subsidair 2 bulan penjara. Chalifa tidak terima dan mengajukan banding.

“Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Makassar, Nomor : 869/ Pid.Sus/ 2020/ PN. Mks, tanggal 14 Oktober 2020, yang dimohonkan banding tersebut,” ujar majelis tinggi yang diketuai Ketut Manika dengan anggota Efendi Pasaribu dan I Made Seraman.

Majelis menyatakan Chalifa terbukti melanggar pasal 45 Ayat (3) Jo pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Majelis hakim Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa pertimbangan-pertimbangan hukum majelis hakim pengadilan tingkat pertama sudah tepat dan benar menurut hukum, karena dalam pertimbangan-pertimbangan hukumnya telah memuat dan menguraikan dengan tepat dan benar semua keadaan serta alasan-alasan yang menjadi dasar putusannya, dan pertimbangan-pertimbangan hukum tersebut dianggap telah tercantum pula dalam putusan di tingkat banding,” ujar majelis tinggi.

Simak keberatan Chalifa terhadap putusan hakim di tingkat pengadilan negeri di halaman berikutnya.

Share this article

Recent posts

Bupati Tapteng Bangun Kembali 2 Rumah Warga Manduamas yang Terbakar

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani mendapat laporan 2 unit rumah warganya terkena musibah kebakaran. Bakhtiar pun segera melakukan tindakan cepat untuk membantu dan membangun kembali dua rumah warganya yang mengalami kebakaran di Desa Manduamas Lama, Kecamatan Manduamas, Tapteng.

Azis Syamsuddin Bungkam Setelah Ditahan KPK

KPK resmi menetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai tersangka dalam kasus suap penanganan perkara dana alokasi khusus (DAK) di Lampung Tengah. Azis bungkam setelah ditahan oleh KPK. Pantauan detikcom pada pukul 01.03 WIB, Sabtu (25/9/2021), Azis keluar dari gedung KPK, Jakarta Selatan, tanpa memberikan sepatah kata pun. Dengan tangan terborgol dan berompi tahanan…

Puan Wanti-wanti Pemerintah soal Lonjakan Corona di Libur Akhir Tahun

Ketua DPR RI, Puan Maharani mengingatkan pemerintah terkait potensi terjadinya kembali lonjakan Corona (COVID-19) saat libur akhir tahun. Puan meminta agar pemerintah mempercepat vaksinasi COVID-19 khususnya di wilayah dengan mobilitas tertinggi.

Nadiem Tegaskan Akan Basmi Tiga Hal dalam Sistem Pendidikan Nasional

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan bahwa pihaknya akan membasmi tiga hal dalam sistem pendidikan nasional. Ketiganya yakni intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

Kebakaran di Toko Swalayan Cilandak Jaksel Padam, Tidak Ada Korban

Petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta telah berhasil memadamkan kebakaran di toko swalayan Cahaya, Jl Cilandak KKO, Jakarta Selatan. Sebanyak 27 unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Popular categories

Recent comments