Nestapa Maria Ressa Divonis 6 Tahun Penjara Gegara Kritik Presiden Filipina

-

Manila

Nestapa menimpa Wartawan terkemuka Filipina dan mantan Pemred Rappler Maria Ressa. Dia diganjar hukuman hingga 6 tahun penjara atas kasus fitnah siber. Banyak yang beranggapan, dia dihukum lantaran mengkritik Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

Seperti dilansir dari AFP, Senin (15/6/2020), putusan hakim pada Senin (15/6) ini memutuskan kasus persidangan yang bermula dari keluhan pengusaha pada tahun 2017 atas artikel Rappler lima tahun sebelumnya, tentang dugaan hubungannya dengan seorang hakim saat itu di pengadilan tinggi negara.

Perempuan yang diganjar gelar Person of the Year pada 2018 versi majalah Time ini, tidak menulis artikel itu. Selain itu, penyelidik pemerintah awalnya menolak tuduhan pengusaha tersebut.

Namun, jaksa penuntut negara kemudian mengajukan tuntutan terhadapnya dan Reynaldo Santos, mantan jurnalis Rappler. Mereka dijerat dengan undang-undang kejahatan dunia maya yang kontroversial, yang ditujukan pada pelanggaran online seperti menguntit dan pornografi anak.

Undang-undang yang dituduhkan pada mereka itu mulai berlaku pada September 2012, beberapa bulan setelah artikel itu diterbitkan.

Tetapi jaksa penuntut mengatakan koreksi tipografis Rappler terhadap cerita pada 2014 untuk mengubah “evation” (evasi) menjadi “evasion” (penghindaran) adalah modifikasi yang substansial dan artikel tersebut karenanya dilindungi oleh hukum.

“Saya telah menjadi kisah peringatan: diam atau Anda berikutnya … itu bagian dari alasan mengapa saya menjadi sasaran,” kata Ressa, salah satu pendiri Rappler dan mantan jurnalis CNN ini minggu lalu.

Share this article

Recent posts

Bupati Tapteng Bangun Kembali 2 Rumah Warga Manduamas yang Terbakar

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani mendapat laporan 2 unit rumah warganya terkena musibah kebakaran. Bakhtiar pun segera melakukan tindakan cepat untuk membantu dan membangun kembali dua rumah warganya yang mengalami kebakaran di Desa Manduamas Lama, Kecamatan Manduamas, Tapteng.

Azis Syamsuddin Bungkam Setelah Ditahan KPK

KPK resmi menetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai tersangka dalam kasus suap penanganan perkara dana alokasi khusus (DAK) di Lampung Tengah. Azis bungkam setelah ditahan oleh KPK. Pantauan detikcom pada pukul 01.03 WIB, Sabtu (25/9/2021), Azis keluar dari gedung KPK, Jakarta Selatan, tanpa memberikan sepatah kata pun. Dengan tangan terborgol dan berompi tahanan…

Puan Wanti-wanti Pemerintah soal Lonjakan Corona di Libur Akhir Tahun

Ketua DPR RI, Puan Maharani mengingatkan pemerintah terkait potensi terjadinya kembali lonjakan Corona (COVID-19) saat libur akhir tahun. Puan meminta agar pemerintah mempercepat vaksinasi COVID-19 khususnya di wilayah dengan mobilitas tertinggi.

Nadiem Tegaskan Akan Basmi Tiga Hal dalam Sistem Pendidikan Nasional

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan bahwa pihaknya akan membasmi tiga hal dalam sistem pendidikan nasional. Ketiganya yakni intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

Kebakaran di Toko Swalayan Cilandak Jaksel Padam, Tidak Ada Korban

Petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta telah berhasil memadamkan kebakaran di toko swalayan Cahaya, Jl Cilandak KKO, Jakarta Selatan. Sebanyak 27 unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Popular categories

Recent comments