Vaksinasi di Riau Disorot Jokowi, Anggota DPRD Kritik Keras Pemprov

-

Pekanbaru

Kasus positif COVID-19 di Riau terus mengalami kenaikan hingga Presiden Joko Widodo meminta Menkes untuk mengirimkan banyak vaksin ke Riau. Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati mengkritik ketidaksiapan Pemprov dalam pelaksanaan vaksinasi.

“Kami sudah ada rapat dengar pendapat beberapa waktu yang lalu, dihadiri sama Sekdis Dinas Kesehatan. Secara pribadi saya mendapat gambaran ketidaksiapan pemprov dalam pelaksanaan vaksinasi,” kata Ade, Kamis (20/5/2021).

Politikus PAN itu menilai selama ini Pemprov Riau lewat Dinas Kesehatan hanya mengambil posisi distributor. Sebab, kata Ade, Pemprov Riau hanya bisa meneruskan vaksin yang didapatkan dari pusat tanpa menetapkan penerima prioritas dan strategi pelaksanaan tingkat kabupaten dan kota.

“Pemprov mengambil posisi hanya sebagai distributor vaksin yang diterima dari Pusat. Kelihatan tidak ada koordinasi menetapkan prioritas, strategi dan waktu pelaksanaan dengan kabupaten dan kota. Pelaksanaan vaksinasi lebih bersifat sporadis, terbukti dengan kejadian kemarin,” kata Ade.

Menurut Ade, program vaksinasi yang terus digencarkan pusat, selayaknya diatur pemprov sesuai skala prioritas. Terutama untuk seluruh tenaga kesehatan, di mana para tenaga kesehatan merupakan ujung tombak bagi penanganan pasien COVID-19.

“Kemudian disusul oleh tenaga pendidik dan TNI. Selanjutnya, tentu pemerintah harus memastikan seluruh masyarakat, terutama yang rentan tertular COVID-19 seperti lansia, pedagang dan pekerja. Ini harus dipastikan untuk sesegera mungkin mendapatkan vaksinasi,” katanya.

Ade juga meminta informasi terkait vaksin dibuka seluas-luasnya. Pemerintah harus memastikan alur prioritas dan kepastian waktu sampai hingga kapan masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi.

“Sehingga tidak terjadi hal seperti di atas. Dari jumlah awal sebesar 20.000 ribu dosis vaksin untuk Riau. Tentu belum mencukupi untuk seluruh masyarakat Riau dengan jumlah 6,5 juta jiwa. Oleh sebab itu kepastian alur prioritas dan waktu menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi,” kata Ade.

Ade mendesak Pemprov Riau untuk serius menangani COVID-19. Terutama setelah adanya anggaran refocusing tahun 2020 senilai Rp 497 miliar digelontorkan.

“Mendesak keseriusan Pemprov untuk menangani pandemi COVID-19. Jangan sampai anggaran yang digelontorkan menguap, anggaran Rp 497 miliar tak berdampak di 2021. Seharusnya 2021 refocusing anggaran bisa dititik beratkan pada penguatan ekonomi mikro, menekan angka pengangguran terbuka yang dapat membantu ketahanan masyarakat dalam menghadapi pandemi,” katanya.

“Ya, itu kita belum telisik Rp 497 miliar itu kemana aja. Intinya, Riau tanpa rencana penanganan pandemi COVID-19,” ujar Ade.

Share this article

Recent posts

Macam slot di Kasino Slot Online

Slot online mudah dan mudah. Slot online memiliki fitur yang sama secara game berbasis darat. Anda dapat mempertunjukkan permainan slot kesayangan...

Spesies slot di Kasino Slot Online

Slot online mudah dan mudah. Slot online memiliki fitur yang sama secara game berbasis darat. Anda dapat mempertunjukkan permainan slot kesayangan...

Kamu dapat meningkatkan sistem Anda untuk Memenangkan Game Slot Daring

Serunya permainan game slot online. Berkat kemajuan teknologi, sekarang dimungkinkan buat memutar Gulungan saat saja dan dari mana saja. game...

Anda dapat meningkatkan kesempatan Anda untuk Memenangkan Game Slot On line

Serunya permainan game slot online. Berkat kemajuan teknologi, sekarang dimungkinkan buat memutar Gulungan saat saja dan dari mana saja. game...

Slot Online dengan Duit Asli

Jika Anda pernah bertanya-tanya bagaimana Anda bisa memenangkan permainan slot daring, Anda mungkin hendak terkejut. Mayoritas kasino tidak ingin membicarakan kemungkinan klien...

Popular categories

Recent comments