Tergiur Upah Rp 10 Juta, Pria Ini Nekat Jadi Kurir Sabu Senilai Rp 2 M

-

Jakarta

Polisi menangkap seorang kurir sabu jaringan Banten-Jakarta-Bogor berinisial DGA (24) di dalam sebuah mobil di Bogor, Jawa Barat. DGA nekat menjadi kurir narkoba karena tergiur upah fantastis.

“Per kilo Rp 5 juta, jadi ada 2 kilo (barang bukti sabu) jadi Rp 10 juta,” ujar Wakapolres Metro Jakarta Barat (Jakbar) AKBP Bismo Teguh kepada wartawan, Kamis (12/8/2021).

Saat diinterogasi Bismo, DGA mengaku kesulitan ekonomi karena telah menjadi pengangguran selama 6 bulan. DGA mengaku nekat menjadi kurir sabu demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“(Nganggur) 6 bulan terakhir. (Jadi kurir) karena kebutuhan,” kata DGA.

DGA menjelaskan dirinya hanya bertugas mengambil sabu dari Serang, Banten. Selanjutnya, sabu itu akan dia serahkan ke orang lain di Bogor.

“Ngambil (sabu) di Serang. Dikasihinnya nggak nentu (ke siapa). (Kirim) ke daerah Bogor,” ucap DGA.

Terdampak Pandemi

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakbar Kompol Danang Setiyo mengatakan DGA ingin mencari penghasilan yang lebih baik dengan menjadi kurir sabu. Menurutnya, semua orang sedang kesulitan secara ekonomi di masa pandemi COVID-19.

“Ini memang menarik kalau bicara ekonomi, semua sekarang lagi susah. Jadi kepingin mencari penghasilan yang lebih baik. Jadi semua faktor akan kami dalami,” terang Danang.

Danang mengatakan DGA sudah hampir 1 tahun menjadi kurir sabu. Danang menyayangkan masih tingginya peredaran narkoba padahal masyarakat saat ini sedang kesulitan.

“Dia sudah hampir setahun ini. Jadi ironisnya masih dalam masa pandemi, masyarakat Kita masih banyak yang semakin susah, tapi peredaran narkoba masih tinggi,” imbuhnya.

Diketahui, polisi menangkap DGA di Bogor, Jawa Barat. Dari DGA, polisi menyita barang bukti berupa sabu sebanyak 2 kg senilai Rp 2 miliar.

Saat ini, polisi masih mengejar 2 pelaku lain berinisial MA dan ME yang diduga sebagai pengendali. Mereka kini telah ditetapkan sebagai DPO.

Atas perbuatannya itu, DGA dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU Narkotika No. 35 Tahun 2009. DGA terancam hukuman penjara seumur hidup dan denda maksimal Rp 10 miliar.

(mea/mea)

Share this article

Recent posts

Ini adalah beberapa tilikan untuk meningkatkan sistem menang di alat online

Slot online sedang naik patera. Anda sekarang siap memutar gulungan dalam ruang tamu Kamu dan bahkan saat bekerja. Anda bukan perlu melakukan...

Apakah Slot Online Ini?

Kasino slot online sangat serupa dengan yang tradisional, kecuali Anda tidak bertaruh dengan duit sungguhan. Sebagai gantinya, Anda bermain beserta versi virtual...

Ada banyak peluang menghasilkan uang di slot online

Pernahkah Anda bertanya-tanya gimana mesin slot beroperasi secara online? Ini adalah kebenaran sederhana bahwa mesin slot online bekerja secara cara yang...

Amat mudah untuk membela slot yang sadis Berlapis Barat

Dengan slot radikal di web, tokoh dapat memainkan gulungan kapan saja dan di mana aja Anda suka. Kita tidak perlu menjumpai...

Temukan Kasino Online Tertinggi untuk Bermain Slot

Pemain slot online dapat mereguk kesenangan luar konvensional sambil tetap berpengaruh dalam privasi serta kenyamanan rumah mereka. Saat bermain permainan mesin...

Popular categories

Recent comments