Ibu Hamil Tua Nekat Naik Motor Tangerang-Brebes Meski Dilarang Polisi

-

Jakarta

Ibu yang tengah hamil tua nekat mudik ke Brebes, Jawa Tengah. Padahal, polisi di pos penyekatan pemudik di Harapan Indah, Bekasi sudah melarang.

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (7/5/2021), ibu bernama Nuni itu diboncang motor oleh suaminya, Ahmadi. Mereka melintas depan pos penyekatan Harapan Indah, Bekasi pukul 10.15 WIB.

Tampak keduanya membawa sejumlah barang sebagaimana lazimnya pemudik seperti tas hingga bantal. Melihat hal itu, petugas pun menepikan mereka.

Nuni yang usia kehamilannya sudah memasuki bulan ke-8, mengatakan tinggal di daerah Cipondoh, Tangerang. Dia dan suaminya hendak mudik ke Brebes.

“Dari Tangerang mau ke Brebes. Alasannya karena kan ini hamil sudah mau genap 8 bulan. Bulan depan udah HPL. Jadi kalau mau masuk 9 bulan juga kan bahaya di jalan,” ujar Nuni kepada detikcom.

Nuni mengatakan telah berkonsultasi ke bidan soal kondisi hamil tuanya sebelum memutuskan pergi mudik. Dia juga menyebut aturan larangan mudik 6-17 Mei 2021 dikecualikan bagi ibu hamil yang mau melahirkan.

“Ya bismillah lah. Aku sudah konsul ke bidan, sudah. Lihat di berita, tanggal 6-17 bisa (mudik dengan pengecualian-red) keluarga berduka, keluarga ada istri melahirkan, ibu hamil,” ucapnya.

Foto: Nuni dan Ahmadi tetap pulang ke Brebes menggunakan motor meski dilarang polisi (Rahmat Fathan/detikcom)

Sementara itu, Perwira Pospam yang melakukan penyekatan, Iptu Sukandi memeriksa sejumlah dokumen yang dibawa Ahmadi dan Nuni. Dia menyebut, pemudik itu tidak membawa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), tetapi memiliki hasil tes negatif swab antigen.

Dia mengatakan pihaknya tetap memerintahkan Ahmadi dan Nuni untuk berputar balik. Meski demikian, dia mengaku tak mampu berbuat banyak jikalau Ahmadi dan Nuni tetap nekat mudik.

“Kalau kita kan intinya dibalikin. Itu urusan mereka kalau lanjut, yang penting dari kita tegas bahwa yang mau mudik diputar balik. Dia nanti jalan kan nggak ngerti kan, yang penting intinya silakan. Kita saran suruh balik aja. Apalagi lagi hamil kan,” kata Sukandi.

Setelah ditepikan dan diimbau berputar balik, pasutri ini pun tetap melanjutkan perjalanan. Ahmadi pun berharap perjalanan mereka selamat sampai Brebes.

“Ya baiknya aja itu. Mudah-mudahan selamat sampai tujuan, itu aja,” tutur Ahmadi.

(aud/aud)

Share this article

Recent posts

Terlalu! Kepsek di Bima NTB Diduga Cabuli 20 Siswi SD

Seorang kepala sekolah (kepsek) di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial HS dilaporkan ke polisi. HS diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 20 orang siswi sekolah dasar (SD). Kasus ini pun saat ini tengah ditangani oleh Unit PPA Polres Kota Bima.

Megawati Dapat Profesor Kehormatan, Jokowi Puji Perjuangkan Wong Cilik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat atas pengukuhan gelar profesor Megawati Soekarnoputri. Jokowi memuji Megawati sebagai sosok yang memperjuangkan wong cilik. "Pertama-tama saya menyampaikan selamat kepada Ibu Megawati Soekarnoputri atas pengukuhan sebagai profesor kehormatan ilmu pertahanan untuk bidang kepemimpinan strategis Universitas Pertahanan Republik Indonesia," kata Jokowi saat memberikan pidato pengukuhan gelar profesor kehormatan Megawati lewat…

Komisi VIII Ungkap Sulitnya Berangkatkan Haji: Tak Seperti Serang ke Jakarta

Pemerintah secara resmi telah mengumumkan bahwa Indonesia tidak akan memberangkatkan warganya untuk ibadah haji ke Arab Saudi tahun 2021. Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengungkap sejumlah kendala yang dihadapi jika memberangkatkan haji di tengah pandemi Corona.

5 Gerai McD di Jakbar Ditutup Imbas Kerumunan Order BTS Meal

Lima gerai McDonald's di Jakarta Barat ditutup sementara. Penutupan ini imbas kerumunan ojek online yang menerima orderan BTS Meal. Lima gerai McDonalds yang ditutup di Jakarta Barat, yaitu dua gerai McDonalds di Kembangan, dua gerai McDonalds di Kebon Jeruk dan satu gerai McDonalds di Palmerah.

Bobby Jelaskan soal Batas Usia 60 Tahun Penerima Dana Pelayan Warga

Wali Kota Medan Bobby Nasution membuat batasan bagi penerima dana jasa pelayanan kepada warga pelayan masyarakat. Bobby menjelaskan soal alasan batas usia 60 tahun bagi para penerima dana tersebut. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota Medan Nomor 17/2021 tentang Pemberian Dana Jasa Pelayanan Kepada Warga Pelayan Masyarakat. Batas usia tersebut tertera di poin ke-38…

Popular categories

Recent comments