Bela Diri, Pihak Blessmiyanda Ungkap Rekaman dengan Pelapor Pelecehan

-

Jakarta

Mantan Kepala Badan Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta, Blessmiyanda, membela diri dari kasus pelecehan seksual yang membuatnya disanksi berat oleh Pemprov DKI. Melalui pengacaranya, dia mengungkap isi rekaman dengan pengadu kasus tersebut dan mengklaim itu bentuk keakraban. Namun tentu saja, ini baru versi sepihak dari pihak Blessmiyanda.

Isi rekaman ini diungkap oleh pengacara Blessmiyanda, Suriaman Pandjaitan melalui keterangan tertulisnya, Jumat (31/4). Suraiman kemudian menilai percakapan antara korban dengan kliennya itu sebagai bentuk keakraban.

“Bukti rekaman itu berisi (korban) yang berkata jangan dicium sebanyak dua kali, lalu (korban) tertawa,” ujar Suriaman.

“Suara di dalam rekaman itu adalah bentuk keakraban,” tambahnya.

Suriaman mengatakan dalam rekaman itu terdengar juga suara orang lain selain korban dan Blessmiyanda. Menurutnya, bukti rekaman itu tidak bisa dijadikan pembuktian dugaan pelecehan seksual.

“Dalam rekaman itu terdengar pula suara orang lain yang berarti (korban) dan klien saya tidak hanya berdua di dalam ruangan tersebut. Bagaimana bisa dianggap sebagai pelecehan seksual?” kata Suraiman.

Suriaman juga menyebut korban telah menyebarkan berita bohong. Oleh karena itu, pihaknya akan melaporkan korban atas dugaan pencemaran nama baik.

“Hal itu terkait kesaksian (korban) bahwa korban pelecehan seksual klien saya ada lebih dari satu orang. Hal itu sama sekali tidak benar dan patut diduga sebagai berita bohong. Oleh karena itu, klien saya akan melaporkan pencemaran nama baik terhadap apa yang dilakukan (korban),” ucapnya.

Diketahui, Blessmiyanda dipecat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait dugaan telah melakukan pelecehan seksual. Blessmiyanda dinilai melanggar melanggar Pasal 3 angka 6 Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Terkait pemecatan ini, pihak Blessmiyanda menilai Keputusan Gubernur tidak jelas. Suraiman menyebut pasal yang disangkakan di pemecatan Blessmiyanda tidak sesuai dengan dugaan pelecehan.

“Di sinilah segalanya jadi sangat disayangkan. Sebab pasal yang digunakan untuk memberikan sanksi sama sekali tidak membuktikan tentang pelecehan seksual. Tidak ada unsur menyangkut pelecehan seksual dalam pasal itu. Bunyi pasal 3 angka 6 PP 53 Tahun 2010 itu adalah ‘Setiap PNS wajib menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah, dan martabat PNS’,” ucap Suriaman.

“Pertanyaannya, di mana unsur pelecehan seksual dalam pasal itu? Bagaimana bisa inspektorat membuktikan telah terjadi pelecehan seksual padahal unsur-unsur di dalam pasal itu pun tidak ada tentang pelecehan seksual? Artinya, pemeriksaan inspektorat sama sekali tidak membuktikan bahwa klien saya terbukti melakukan pelecehan seksual,” sambungnya.

Terkait pernyataan Suriaman, detikcom sudah menghubungi Kabiro Hukum DKI, Yayan Yuhanah. Namun, Yayan enggan memberi tanggapan.

Selanjutnya keputusan Pemprov DKI Nyatakan Blessmiyanda Bersalah >>>

Share this article

Recent posts

Video Saat Mustang GT500 Terbakar di Pondok Indah

Mobil sport Mustang V8 terbakar di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan, sore tadi. Api melahap hangus bodi mobil tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

PPKM Level 4 Berlaku Besok, Kapasitas Angkutan Umum-Taksi Online 50%

Penerapan PPKM level 4 berlaku mulai besok hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen. "Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Menko Kemaritiman dan…

Misteri Perusak Patung Ikon di Sulbar Dirusak Bikin Gempar

Video viral beredar menunjukkan seorang pria bermartil menghancurkan patung di salah satu sudut Polewali Mandar. Misteri masih belum terungkap, kenapa pria itu menghancurkan patung? Dalam salah satu potongan video pendek yang beredar di media sosial, tampak pria bermartil memukul-mukul Patung Tani yang tinggi menjulang. Peristiwa ini ternyata mengambil tempat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,…

Dua Lembaga BPJS Akan Integrasikan Data Layanan Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK akan mengintegrasikan data layanan program jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) secara spesifik. Dengan adanya integrasi data tersebut diharapkan akan meningkatkan mutu layanan yang diterima peserta.

Duka Bocah Vino Jadi Yatim Piatu Gegara Corona

Sungguh malang nasib seorang bocah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino. Bocah berusia 10 tahun itu harus kehilangan kedua orang tuanya gara-gara Corona (COVID-19).

Popular categories

Recent comments