Banyak Anak Kehilangan Ortu Gegara Corona, Perhatian Masyarakat Dibutuhkan

-

Jakarta

Ketua MPR RI sekaligus pendiri Majelis Ta’lim Baitus Solihin (MT-BS) Bambang Soesatyo memberikan santunan ke anak yatim pada Selasa (27/4). Adapun hal ini merupakan wujud syukur sekaligus mempersiapkan Nuzulul Quran, yang akan jatuh pada 17 Ramadhan 1442 Hijriah. Dalam kesempatan tersebut, Bamsoet juga turut memberikan motivasi kepada para anak yatim.

“Sebentar lagi kita akan sampai pada hari kemenangan, yaitu Lebaran. Saya dapat merasakan kesedihan ditinggal dan jauh orang tua. Saya juga harus menghadapi kenyataan ditinggal pergi oleh ayah yang wafat saat saya berusia sekitar 15 tahun. Karenanya, anak-anakku sekalian tak perlu berkecil hati karena orang tua kalian jauh di kampung atau bahkan sudah tidak ada. Sejarah mencatat, banyak tokoh sukses di berbagai belahan dunia, berasal dari kalangan anak yatim. Bahkan Rasulullah SAW juga yatim, ayahnya wafat ketika baginda nabi masih dalam kandungan. Sementara Ibunya wafat saat baginda nabi berusia sekitar 6 tahun,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (29/4/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan anak-anak yatim masih tetap dapat mengekspresikan kasih sayang terhadap orang tua yang sudah wafat. Salah satunya dengan rajin memanjatkan doa dan menjadi pribadi yang baik. Dengan demikian, orang tua bisa tetap bahagia melihat anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Walaupun sudah wafat, bukan berarti orang tua tidak bisa menyaksikan perilaku kita di dunia ini. Orang tua yang wafat memang sudah tidak hidup di dunia ini. Melainkan tetap hidup kekal di akhirat, dan yang paling penting, mereka tetap hidup di dalam hati kita masing-masing. Karenanya, jadilah anak baik yang bisa membuat orang tua kalian bangga,” jelasnya.

Tak hanya itu, Bamsoet pun mengajak masyarakat dari kalangan manapun untuk memberikan perhatian atau rezeki kepada anak-anak yatim. Apalagi di masa pandemi COVID-19, diperkirakan ribuan anak menjadi yatim.

“Pandemi COVID-19 tidak hanya mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Melainkan juga mengganggu tumbuh kembang anak secara umum, serta merenggut kebahagiaan sebagian anak yang kehilangan orangtua akibat terkena COVID-19. Tanpa dukungan dari kita semua yang memiliki kelebihan rezeki, sulit rasanya anak-anak ini bisa hidup dengan layak dan nyaman. Ingat, anak-anak adalah masa depan tumpuan negara. Jika anak-anak hancur, masa depan negara juga hancur,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Ketua Umum MTBS Iskandar Hasibuan, Ketua Dewan Pengawas MTBS Marlinda Irwanti, Dewan Pengawas MTB Ulla Nuchrawati, Ketua Harian MTBS Amriyati Amin, Ustad Sirojul Munir, Lenny Soesatyo, Dewi Soesatyo serta anak yatim Panti Asuhan Mizan Amanah.

(mul/ega)

Share this article

Recent posts

Video Saat Mustang GT500 Terbakar di Pondok Indah

Mobil sport Mustang V8 terbakar di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan, sore tadi. Api melahap hangus bodi mobil tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

PPKM Level 4 Berlaku Besok, Kapasitas Angkutan Umum-Taksi Online 50%

Penerapan PPKM level 4 berlaku mulai besok hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen. "Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Menko Kemaritiman dan…

Misteri Perusak Patung Ikon di Sulbar Dirusak Bikin Gempar

Video viral beredar menunjukkan seorang pria bermartil menghancurkan patung di salah satu sudut Polewali Mandar. Misteri masih belum terungkap, kenapa pria itu menghancurkan patung? Dalam salah satu potongan video pendek yang beredar di media sosial, tampak pria bermartil memukul-mukul Patung Tani yang tinggi menjulang. Peristiwa ini ternyata mengambil tempat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,…

Dua Lembaga BPJS Akan Integrasikan Data Layanan Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK akan mengintegrasikan data layanan program jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) secara spesifik. Dengan adanya integrasi data tersebut diharapkan akan meningkatkan mutu layanan yang diterima peserta.

Duka Bocah Vino Jadi Yatim Piatu Gegara Corona

Sungguh malang nasib seorang bocah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino. Bocah berusia 10 tahun itu harus kehilangan kedua orang tuanya gara-gara Corona (COVID-19).

Popular categories

Recent comments