KPK Panggil Anak Nurdin Abdullah Terkait Kasus Suap

-

Jakarta

KPK memanggil anak Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah (NA), M Fathul Fauzi Nurdin, sebagai saksi dalam kasus suap. M Fathul dipanggil sebagai saksi kasus ayahnya.

“Sebagai saksi TPK suap perizinan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021 terhadap tersangka NA,” kata Plt Juru Bicara KPk Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu (24/4/2021).

M Fathul diketahui merupakan Ketua Organisasi Sayap (Orsap) Bintang Muda Indonesia (BMI). BMI merupakan Orsap dari partai PDI Perjuangan.

Selain itu, KPK juga memanggil tiga saksi lainnya terkait perkara ini. Tiga saksi itu di antaranya dari wiraswasta, Akbar Nugraha, Kendrik Wisan dan Muhammad Irham Samad.

Sebelumnya, Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di Sulsel. Selain Nurdin, ada dua orang lainnya yang ditetapkan menjadi tersangka, yakni Sekdis PUTR Sulsel, Edy Rahmat dan pihak swasta Agung Sucipto. Agung menjadi tersangka penyuap.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut Nurdin Abdullah diduga menerima suap terkait sejumlah proyek infrastruktur di Sulsel dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto. Agung disebut berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulsel, yang sebelumnya yang bersangkutan telah mengerjakan beberapa proyek di Sulsel beberapa tahun sebelumnya.

Firli mengatakan Agung diketahui berkomunikasi aktif dengan Edy Rahmat, yang disebut pula sebagai orang kepercayaan Nurdin Abdullah. Komunikasi itu dijalin agar Agung kembali mendapatkan proyek di Sulsel untuk tahun ini.

Hingga akhirnya Nurdin Abdullah disebut sepakat memberikan pengerjaan sejumlah proyek, termasuk di Wisata Bira, untuk Agung. Firli mengatakan suap dari Agung untuk Nurdin diserahkan melalui Edy Rahmat.

“AS selanjutnya pada tanggal 26 Februari 2021 diduga menyerahkan uang sebesar Rp 2 miliar kepada NA (Nurdin Abdullah) melalui ER (Edy Rahmat),” sebut Firli dalam konferensi pers, Minggu, (28/2) dini hari.

Firli menyebut Nurdin Abdullah diduga menerima uang dari kontraktor lain pada 2020, yaitu Rp 200 juta, Rp 1 miliar, dan Rp 2,2 miliar, sehingga total uang yang diduga diterima Nurdin Abdullah sekitar Rp 5,4 miliar.

(haf/haf)

Share this article

Recent posts

Memilih2x Server Anda guna Data Haoyi

Keterangan Haoyi: The Game adalah game molek poker yang dikembangkan dan diterbitkan sambil Data East Publishing. Dikembangkan di Taiwan, Data East ialah...

COVID di Riau Melonjak, Ruang ICU-Isolasi Terisi Hampir 60%

Kasus COVID-19 di Riau masih belum terkendali sejak terjadi peningkatan satu bulan terakhir. Akibatnya, muncul lima klaster baru penyebaran COVID-19 di Bumi Lancang Kuning. Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan sampai hari ini tercatat ada 46.617 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Tak hanya itu, kasus meninggal juga meningkat menjadi 1.155 orang.

Saluran Penarikan Dan Parsel Menang Di Scorching Lotto

Jarang sangat ada kombinasi kemajuan yang hanya terdiri dari digit sedikit atau genap. Orang-orang melakukan lotre karena berbagai faktor. Dan akhirnya, tetap...

Mainkan Powerball Untuk Penghasilan Dan Amati Kemajuankronologi, pertambahan, pertumbuhan, perubahan, perurutan, urut-urutan, Jackpot Anda!

Barulah pada akhirnya tahun 1960-an Data HK yang diterima terjadi lagi di Amerika Serikat. Itu sebabnya, paling efektif menuntut tanggal yang ditentukan...

Trik Data HK – Tingkatkan Kemungkinan Saudara Memenangkan Data HK

Target yang dibangun dengan baik menghasilkan Anda terus pelik dan menarik Kamu ke permainan dengan menang. Jika Saudara ingin memiliki probabilitas menang...

Popular categories

Recent comments