Ketua MPR Dorong MA Percepat Penggunaan Teknologi dalam Peradilan

-

Jakarta

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong Mahkamah Agung mempercepat transformasi pelayanan publik peradilan dari konvensional ke digital. Penerapan e-Court yang sudah diterapkan MA sejak tahun 2019, menurut Bamsoet harus ditingkatkan dengan penerapan e-Litigation (persidangan elektronik).

Bamsoet mengatakan berlandaskan payung hukum Peraturan MA Nomor 1/2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan secara Elektronik, MA sudah mulai menerapkan e-Litigation secara terbatas pada perkara perdata, agama, tata usaha militer, dan tata usaha negara.

“Ke depannya, penerapan e-Litigation harus diperluas ke perkara pidana, bahkan tak hanya di tingkat pertama melainkan hingga ke tingkat banding, kasasi, hingga peninjauan kembali,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (17/2/2021).

Hal tersebut disampaikan Bamsoet usai menghadiri secara virtual Sidang Istimewa MA, mendengarkan Laporan Tahunan MA 2020, dari Ruang Kerjanya di Jakarta, Rabu (17/2). Turut hadir secara virtual antara lain Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, sesuai amanah Presiden Joko Widodo dalam Sidang Istimewa MA, akselerasi penggunaan teknologi bukanlah tujuan akhir. Percepatan tersebut merupakan pintu masuk untuk transformasi yang lebih luas dan lebih besar dalam penyelenggaraan peradilan, dan untuk mempercepat terwujudnya peradilan modern.

“Melalui e-Court dan e-Litigation, para pihak yang berperkara tak perlu bertatap muka. Meminimalisir terjadinya potensi korupsi di dunia peradilan. Serta mewujudkan sistem peradilan yang murah, cepat, dan sederhana kepada masyarakat,” tutur Bamsoet.

“Karena dari mulai pendaftaran perkara, pembayaran panjar uang perkara, sampai pemanggilan dan proses persidangan, dilakukan secara elektronik,” tambahnya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengapresiasi kinerja MA selama tahun 2020 yang berhasil memutus 20.562 perkara dari total 20.761 perkara yang masuk. Ketepatan waktu putusan perkara juga sangat baik, MA berhasil memutus 19.874 perkara di bawah 3 bulan.

“Dengan semakin memasifkan penerapan e-Court dan e-Litigation, tidak menutup kemungkinan kinerja MA ke depannya akan semakin meningkat. Putusan bisa diambil dalam jangka waktu relatif lebih singkat, dibanding dengan penerapan peradilan konvensional. Dengan demikian masyarakat sebagai pencari keadilan bisa semakin terlayani dengan baik,” pungkas Bamsoet.

(prf/ega)

Share this article

Recent posts

Wagub DKI Minta Sanksi Lebih Berat Bagi Kafe-Resto Nakal Pelanggar Prokes

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyoroti tempat usaha nakal yang melanggar aturan protokol kesehatan (prokes) COVID-19. Ia meminta penerapan sanksi lebih berat bagi pelanggar prokes terutama di masa PPKM Mikro ini.

Bagaimana Cara Bermain Lotto Dengan Tiket Lotere?

Lotto sangat ternama di seluruh jagat dan ini melepaskan peluang yang tidak terhitung banyaknya menurut pemain lotere di seluruh dunia. Jumlah orang...

Bagaimana Cara Membeli Tiket Lotto Menggunakan Kartu Kredit Anda?

Apakah Anda mencari situs lotere online terkemuka? Paito sgp , bacalah artikel ini secara cermat untuk mengarifi apa yang dapat Anda...

Segala sesuatu Itu Lotere Kanada dan Bagaimana Jalan Kerjanya?

Lotre adalah permainan keberuntungan namun juga merupakan produk keterampilan sejak asal. Game ini sudah biasa ada selama beribu-ribu tahun. Faktanya, orang Cina...

Sita 18 Unit Kamar Apartemen, Kejagung Perdalam Kerja Sama Benny-Tan Kian

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita 18 unit kamar di Apartemen South Hill milik tersangka Asabri, Benny Tjokrosaputro. Kejagung juga menyebut pembangunan apartemen itu ada kerja sama dengan Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Properti, Tan Kian.

Popular categories

Recent comments