Kejagung Limpahkan Berkas Tersangka Jiwasraya, Pieter Rasiman Segera Disidang

-

Jakarta

Kejaksaan Agung (Kejagung) melimpahkan tahap II berkas dan barang bukti tersangka Pieter Rasiman terkait kasus korupsi Jiwasraya. Pieter Rasiman akan segera disidang.

“Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, telah melakukan penyerahan berkas perkara tahap II (kedua) dugaan perkara tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) atas nama tersangka Pieter Rasiman (PR) kepada jaksa penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat,” kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangannya, Senin (8/2/2021).

Leonard mengatakan Pieter Rasiman merupakan tersangka kedelapan yang akan segera menjalani sidang menyusul 6 tersangka yang sudah lebih dulu divonis, dan 1 tersangka lainnya pejabat OJK bernema Fakhri Hilmi yang masih dalam proses pelimpahan ke pengadilan.

Leonard mengatakan Pieter Rasiman akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. Ia akan didakwakan Pasal 2 maupun Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP, juga dilapis dengan Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Lebih lanjut, Pieter Rasiman ditahan di Rutan Kejari Jaksel selama 20 hari terhitung sejak 8 Februari hingga 27 Februari 2021.

Kasus ini bermula pada Tahun 2008 sampai dengan 2018, Joko Hartono Tirto melakukan pertemuan dengan Syahmirawan dan Hary Prasetyo atas persetujuan Hendrisman Rahim di Kantor PT. Asuransi Jiwasraya (PT AJS) membicarakan pengaturan investasi saham dan reksadana milik PT AJS.

Kemudian ditindaklanjuti oleh tersangka Pieter Rasiman pada tahun 2011 sampai dengan 2016 dengan cara mendirikan beberapa perusahaan-perusahaan nominee dan membuat beberapa nominee perseorangan yang akan digunakan sebagai counterpart (lawan transaksi) dan transaksi penerimaan uang dalam skema transaksi dana kelola PT. AJS pada 13 (tiga belas) Manajer Investasi untuk 21 produk Reksa Dana atas persetujuan dari Heru Hidayat melalui Joko Hartono Tirto dan Moudy Mangkey guna pengaturan investasi saham dan reksadana PT. AJS.

Perusahaan-perusahaan tersebut adalah:
1. PT. BARAMEGA PERSADA,
2. PT. DEXINDO JASA MULTIARTA,
3. PT. DEXA INDO PRATAMA,
4. PT. TARBATIN MAKMUR UTAMA,
5. PT PERMAI ALAM SENTOSA,
6. PT. TOPAZ INTERNATIONAL, dan
7. PT. TOPAZ INVESTMENT,

Sedangkan untuk nominee perseorangan adalah:

1. TOMMY ISAKNDAR WIDJAJA,
2. UTOMO PUSPOSUHARTO,
3. SUPRIHATIN NJOMAN,
4. FREDDY GUNAWAN,
5. WIJAYA MULIA, dan
6. ERWIN BUDIMAN.

Selanjutnya, tersangka Piter Rasiman melaksanakan pengaturan investasi yang dilakukan bersama-sama dengan Joko Hartono Tirto melalui Moudy Mangkey dengan cara pembelian atau penjualan saham secara direct pada pasar negosiasi maupun pasar reguler melalui Broker baik subscription maupun redemption melalui Manager Investasi yang telah diatur atau dikendalikan oleh Heru Hidayat, Joko Hartono Tirto melalui Moudy Mangkey serta penempatan saham-saham tersebut ke dalam reksadana adalah untuk dijadikan sebagai portofolio saham milik PT.AJS.

Kemudian, tersangka Pieter Rasiman juga melaksanakan penyampaian pesan dari Heru Hidayat melalui Joko Hartono Tirto yaitu ditunjuk sebagai counterparty untuk melakukan pengendalian investasi PT AJS melalui Joko Hartono Tirto dan Moudy Mangkey dengan cara mengatur isi portofolio saham PT AJS yakni menentukan jenis, volume dan harga saham serta menentukan broker dan Manager Investasi mana saja yang akan digunakan dalam investasi PT AJS sesuai kesepakatan dalam pertemuan-pertemuan antara Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro, Joko Hartono Tirto, dan Pieter Rasiman dengan Hendriman Rahim, Hary Prasetyo dan Syahmirawan.

Leonard menyebut pdahal tersangka Pieter Rasiman mengetahui dan menghendaki bahwa saham-saham tersebut adalah saham-saham yang dimiliki, terafiliasi dan atau dikendalikan oleh Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro melalui Joko Hartono Tirto dan Moudy Mangkey.

“Saham-saham tersebut secara fundamental perusahaan (emiten) merugi dan berkinerja buruk serta tidak memberikan keuntungan karena mempunyai likuiditas yang rendah dengan adanya manipulasi perdagangan,” ujarnya.

Akibat perbuatan tersangka Piter Rasiman bersama-sama dengan Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro, Joko Hartono Tirto, Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo dan Syahmirawan telah mengakibatkan kerugian Keuangan Negara sebesar Rp.16.807.283.375.000,00 sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Negara Atas Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi Pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Periode Tahun 2008 s.d. 2018 BPK RI Nomor : 06/LHP/XXI/03/ 2020 tanggal 9 Maret 2020.

“Atas perbuatan tersebut, tersangka Pieter Rasiman mendapatkan keuntungan pribadi dengan membelanjakan uang hasil tindak pidana korupsi dengan cara membeli tanah dan bangunan serta kendaraan yang menggunakan nama Tersangka maupun atas nama pihak lain dengan tujuan untuk menyamarkan asal usul harta kekayaan serta perbuatan lain, hal ini termasuk dalam tindak pidana pencucian uang,” ujarnya.

(yld/fjp)

Share this article

Recent posts

Panglima TNI-Kapolri Sidak ke 3 Titik di DKI, Minta PPKM Mikro Diperkuat

Menkes Budi Gunadi Sadikin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga lokasi di wilayah DKI Jakarta terkait PPKM Mikro. Ketiga pos PPKM Mikro yang mereka tinjau berada di Kelurahan Jagakarsa, Jaksel; Kelurahan Pondok Kelapa, Jaktim; dan Kelurahan Cengkareng Timur, Jakbar.

Pengumuman! 8 Ruas Jalan di Palembang Bakal Disekat Mulai Malam Ini

Kasus Corona di Sumatera Selatan (Sumsel) semakin melonjak. Polisi pun mulai menerapkan pembatasan mobilitas di sejumlah ruas jalan di Palembang. Data yang diterima detikcom, total kasus Corona di Sumsel per Selasa (22/6/2021) mencapai 27.381. Kemarin tambahan kasus Corona di Jakarta sebanyak 150. Sementara total kasus sembuh ada 24.643 pasien dan akumulasi kasus meninggal ada 1.384…

Sakit Hati Usai Saling Ejek, Seorang Pria di Sumut Bunuh Rekan Kerjanya

Polisi menangkap seorang pria berinisial Z (27) di Sumatera Utara. Pria ini diduga telah membunuh rekan kerjanya. Z adalah warga Jl Veteran, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dia membunuh rekannya pada Sabtu (19/6/2021) kemarin.

Corona RI Tembus 2 Juta, Hanya Maluku yang Nihil Kasus Baru

Akumulasi kasus positif virus Corona (COVID-19) melonjak menjadi 2 juta kasus. Dari penambahan 14.536 kasus hari ini, hanya Maluku yang nihil penambahan kasus positif. Informasi tersebut dapat dilihat dari data yang dibagikan oleh BNPB pada Senin (21/6/2021). Di Maluku, pada 20 Juni 2021, jumlah kasus positif sebanyak 8.057 kasus. Dengan begitu, kasus di Maluku tetap…

Kerap Palak Warga, 3 Preman Berkedok Polisi di Makassar Diringkus

Polisi menangkap tiga preman di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang kerap memalak warga. Saat memalak, pelaku kerap memakai identitas polisi untuk meyakinkan para korbannya. "Personil tim 2 Thunder dan Patmor Unit 3 Turjawali Dit Samapta Polda Sulsel melakukan penangkapan 3 orang pelaku aksi premanisme berupa pemalakan dan pemerasan terhadap pedagang kaki lima, hotel dan pedagang…

Popular categories

Recent comments