Dari Gray hingga Sergei Berulah di Bali Akhirnya Dideportasi

-

Jakarta

Ulah turis Kristen Antoinette Gray dan Sergei Kosenko di Bali telah meresahkan dan menganggu keamanan masyarakat. Keduanya lalu dideportasi oleh Kemenkum HAM Kantor Wilayah (Kanwil) Bali ke negara masing-masing. Ini kisahnya.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kemenkum HAM Kanwil Bali pada Selasa (19/1/2021), kasus Kristen Gray bermula karena cuitan viral dari akun Twitter @kristentootie.

Cuitan akun yang diketahui milik Kristen Gray itu berisi ajakan agar orang asing untuk pindah ke Bali di masa pandemi COVID-19. Disebutkan pula bahwa Bali memberikan kenyamanan bagi LGBTQF.

Warga negara (WN) asal Amerika Serikat (AS) itu kemudian dideportasi oleh pemerintah Indonesia karena dianggap meresahkan masyarakat. Tak hanya dideportasi, Kristen Gray juga dilarang masuk ke Indonesia selama 6 bulan.

Ada tiga hal yang menjadi dasar pemberian sanksi deportasi dan larangan masuk ke Indonesia kepada Kristen Gray. Berikut ketiga dasarnya:

1. LGBTQF (queer friendly), di mana di Provinsi Bali memberikan kenyamanan dan tidak dipermasalahkan
2. Kemudahan akses masuk ke wilayah Indonesia pada masa pandemi
3. Dugaan kegiatan bisnis melalui penjualan e-book dan pemasangan tarif konsultasi wisata Bali

Karena melakukan hal sebagaimana tertulis di nomor 1 dan 2, Kristen Gray dijerat dengan Pasal 75 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yang berbunyi:

Pejabat Imigrasi berwenang melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian terhadap Orang Asing yang berada di Wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

Share this article

Recent posts

Panglima TNI-Kapolri Sidak ke 3 Titik di DKI, Minta PPKM Mikro Diperkuat

Menkes Budi Gunadi Sadikin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga lokasi di wilayah DKI Jakarta terkait PPKM Mikro. Ketiga pos PPKM Mikro yang mereka tinjau berada di Kelurahan Jagakarsa, Jaksel; Kelurahan Pondok Kelapa, Jaktim; dan Kelurahan Cengkareng Timur, Jakbar.

Pengumuman! 8 Ruas Jalan di Palembang Bakal Disekat Mulai Malam Ini

Kasus Corona di Sumatera Selatan (Sumsel) semakin melonjak. Polisi pun mulai menerapkan pembatasan mobilitas di sejumlah ruas jalan di Palembang. Data yang diterima detikcom, total kasus Corona di Sumsel per Selasa (22/6/2021) mencapai 27.381. Kemarin tambahan kasus Corona di Jakarta sebanyak 150. Sementara total kasus sembuh ada 24.643 pasien dan akumulasi kasus meninggal ada 1.384…

Sakit Hati Usai Saling Ejek, Seorang Pria di Sumut Bunuh Rekan Kerjanya

Polisi menangkap seorang pria berinisial Z (27) di Sumatera Utara. Pria ini diduga telah membunuh rekan kerjanya. Z adalah warga Jl Veteran, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dia membunuh rekannya pada Sabtu (19/6/2021) kemarin.

Corona RI Tembus 2 Juta, Hanya Maluku yang Nihil Kasus Baru

Akumulasi kasus positif virus Corona (COVID-19) melonjak menjadi 2 juta kasus. Dari penambahan 14.536 kasus hari ini, hanya Maluku yang nihil penambahan kasus positif. Informasi tersebut dapat dilihat dari data yang dibagikan oleh BNPB pada Senin (21/6/2021). Di Maluku, pada 20 Juni 2021, jumlah kasus positif sebanyak 8.057 kasus. Dengan begitu, kasus di Maluku tetap…

Kerap Palak Warga, 3 Preman Berkedok Polisi di Makassar Diringkus

Polisi menangkap tiga preman di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang kerap memalak warga. Saat memalak, pelaku kerap memakai identitas polisi untuk meyakinkan para korbannya. "Personil tim 2 Thunder dan Patmor Unit 3 Turjawali Dit Samapta Polda Sulsel melakukan penangkapan 3 orang pelaku aksi premanisme berupa pemalakan dan pemerasan terhadap pedagang kaki lima, hotel dan pedagang…

Popular categories

Recent comments