Tiba di Soetta, Keluarga Korban Sriwijaya Air Dikawal Polisi Hingga RS Polri

-

Jakarta

Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mengawal kedatangan rombongan keluarga korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Ada 2 kloter pesawat yang datang hari ini.

“Terdapat 2 jadwal kedatangan pesawat maskapai Sriwijaya Air pada hari Rabu (13/1/2021) yang membawa keluarga korban kecelakaan pesawat SJ182,” kata Kapolres Bandara Soetta Kombes Adi Ferdian Saputra lewat keterangannya, Rabu (12/1/2021).

Kloter pertama menaiki pesawat Sriwijaya Air SJ185 Pontianak-Jakarta yang tiba pukul 10.15 WIB di Terminal 2E, dengan membawa 8 anggota keluarga. Sedangkan, kloter kedua datang menaiki pesawat Nam Air IN145 tujuan Sintang-Pontianak dilanjutkan dengan Sriwijaya Air SJ187 Pontianak-Jakarta yang tiba pukul 15.25 WIB dengan membawa 7 anggota keluarga.

Adi mengatakan, setibanya di Bandara Soetta, para keluarga korban langsung mendapatkan trauma healing. Kegiatan ini dilakukan oleh polisi wanita (polwan) Polres Bandara Soetta.

Trauma healing yang dimaksud dilakukan dalam bentuk pelayanan mulai dari memberikan minuman, melakukan pendataan identitas keluarga korban dan nama korban, menyampaikan rasa duka cita, memberikan motivasi agar ikhlas hingga memberikan fasilitas kendaraan, dan dikawal menuju hotel atau RS Polri.

“Kedatangan keluarga korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 akan dikawal oleh polwan Polresta Bandara Soetta untuk proses trauma healing,” ungkap Adi.

Selanjutnya, para keluarga korban mendapatkan pengawalan dari bandara menuju RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Dilanjutkan dengan pengawalan dari personel Satlantas Polresta Bandara Soetta menuju Rumah Sakit Polri Tk 1 RS Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk proses antemortem,” pungkasnya.

Foto: Polisi kawal keluarga korban Sriwijaya Air SJ182 dari Bandara Soetta hingga ke RS Polri (dok. istimewa)

(aud/aud)

Share this article

Recent posts

Nadiem Tegaskan Akan Basmi Tiga Hal dalam Sistem Pendidikan Nasional

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan bahwa pihaknya akan membasmi tiga hal dalam sistem pendidikan nasional. Ketiganya yakni intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

Kebakaran di Toko Swalayan Cilandak Jaksel Padam, Tidak Ada Korban

Petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta telah berhasil memadamkan kebakaran di toko swalayan Cahaya, Jl Cilandak KKO, Jakarta Selatan. Sebanyak 27 unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Banjir Bandang, Pemkab Tetapkan Darurat Bencana Minahasa Tenggara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut), menetapkan status darurat bencana. Hal ini menyusul kejadian banjir bandang yang melanda dua kecamatan di daerah itu. "Melihat dampak dari banjir bandang ini, kami dari Pemkab Minahasa Tenggara menetapkan status darurat bencana," kata Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap seperti dilansir Antara, Selasa (21/9/2021).

8 Remaja yang Hendak Tawuran di Bogor Diamankan Polisi, Sajam Disita

Dua kelompok remaja yang menamai diri 'Win Family' dan 'Enjoy Italy' hendak tawuran pada Sabtu (19/9) malam di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Belum sempat beraksi, kedua kelompok tersebut dibekuk oleh Tim Jaguar Polres Metro Depok.

Bakamla RI Jelaskan Situasi Laut Natuna Utara Saat Ini

Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengungkap situasi Laut Natuna Utara saat ini. Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia mengatakan situasi terkendali dan para pelayan tak perlu khawatir dalam berkativitas.

Popular categories

Recent comments