Bio Farma Luruskan Hoax soal Sinovac: Kemasan hingga Sel Vero

-

Jakarta

Bio Farma meluruskan sederet hoax soal vaksin Corona dari Sinovac yang akan digunakan di Indonesia. Salah satunya adalah tentang unggahan yang mempersoalkan tulisan ‘clinical trial’ di kemasan vaksin Sinovac.

“Pemberitaan yang menyebutkan bahwa vaksin COVID-19 yang akan digunakan adalah vaksin untuk uji klinis atau only for clinical trial sebagaimana yang tertulis pada kemasan vaksin adalah tidak benar,” kata Juru Bicara Vaksin COVID-19 PT Bio Farma Bambang Herianto, dalam konferensi pers Update Target Penyelesaian Vaksinasi dan Kesiapan Vaksin COVID-19, Minggu (3/1/2020).

Bambang menjelaskan bahwa 3 juta dosis Vaksin Sinovac yang telah tiba di Indonesia telah dalam bentuk kemasan dosis tunggal. Menurutnya, seluruh vaksin disimpan di fasilitas penyimpanan khusus milik Bio Farma dengan suhu sesuai dengan persyaratan dan spesifikasi vaksinnya yakni antara 2-8 derajat Celcius.

“Juga telah dilakukan serangkaian pengujian mutu baik yang dilakukan oleh PT Bio Farma sendiri maupun oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atau badan POM,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, pengujian dilakukan dalam rangka menjaga kualitas dan keamanan produk vaksin agar terjamin mulai dari proses produksinya, sampai didistribusikan. Bambang memastikan vaksin hanya akan digunakan untuk program vaksinasi setelah ada persetujuan penggunaan darurat yang dikeluarkan oleh BPOM.

“Bukan sebagai vaksin untuk uji klinis. Jadi vaksin COVID-19 yang saat ini sudah berada di Bio Farma dan akan digunakan untuk program vaksinasi nantinya, akan menggunakan vaksin yang telah mendapat izin penggunaan dari Badan POM. Sehingga kemasannya pun akan berbeda dengan vaksin yang digunakan untuk keperluan uji klinis,” jelasnya.

Share this article

Recent posts

PPKM Level 4 Berlaku Besok, Kapasitas Angkutan Umum-Taksi Online 50%

Penerapan PPKM level 4 berlaku mulai besok hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen. "Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Menko Kemaritiman dan…

Misteri Perusak Patung Ikon di Sulbar Dirusak Bikin Gempar

Video viral beredar menunjukkan seorang pria bermartil menghancurkan patung di salah satu sudut Polewali Mandar. Misteri masih belum terungkap, kenapa pria itu menghancurkan patung? Dalam salah satu potongan video pendek yang beredar di media sosial, tampak pria bermartil memukul-mukul Patung Tani yang tinggi menjulang. Peristiwa ini ternyata mengambil tempat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,…

Dua Lembaga BPJS Akan Integrasikan Data Layanan Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK akan mengintegrasikan data layanan program jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) secara spesifik. Dengan adanya integrasi data tersebut diharapkan akan meningkatkan mutu layanan yang diterima peserta.

Duka Bocah Vino Jadi Yatim Piatu Gegara Corona

Sungguh malang nasib seorang bocah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino. Bocah berusia 10 tahun itu harus kehilangan kedua orang tuanya gara-gara Corona (COVID-19).

Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Jadi Per Level

Pemerintah menjelaskan alasan mengganti istilah PPKM Darurat menjadi PPKM dengan level tertentu. Pergantian itu disebut mengikuti arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Terkait dengan level memang kita mengikuti apa yang diarahkan oleh WHO dan kita menggunakan dua level yaitu level transmisi dan kapasitas respons," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7/2021).

Popular categories

Recent comments