PBNU Soroti Koordinasi Penanganan COVID-19 Pusat-Daerah: Ada Unsur Politis

-

Jakarta

PBNU menyoroti kurva kasus Corona di Indonesia yang masih terus meningkat. PBNU menilai adanya kelemahan dalam koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam mengendalikan wabah COVID-19.

“PBNU melihat masih lemahnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menggulangi dan mengendalikan wabah COVID-19, sejumlah keputusan terlihat tumpang tindih,” kata Ketum PBNU, Said Aqil Siroj dalam acara refleksi dan tausiah kebangsaan PBNU secara online, Selasa (29/12/2020).

Said menyebut beberapa keputusan pemerintah masih terkesan tumpang tindih. Tak hanya itu, Said juga menilai masih ada unsur politik yang melatarbelakangi kebijakan terkait wabah COVID-19.

“Bahkan dalam beberapa kasus, terlihat masih ada unsur politik yang melatarbelakangi kebijakan antar-elemen pemerintah. Padahal, keselamatan jiwa setiap penduduk merupakan prioritas utama di atas kepentingan politik apapun,” Kata Said.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Share this article

Recent posts

Citation Needed – Betting Online Dan Sistem Citation Needed

Berspekulasi pada kuda ialah salah satu tips paling populer untuk bertaruh pada pacuan kuda. Pacuan pion adalah olahraga dengan sangat mengasyikkan. Taruhan...

BMKG Ungkap 6 Faktor Pemicu Curah Hujan Ekstrem hingga Februari di RI

BMKG mengungkapkan enam faktor terjadinya curah hujan ekstrem di beberapa wilayah Indonesia pada bulan Januari hingga Februari. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan beberapa faktor tersebut adanya la lina hingga fenomena angin monsun Asia.

Cari Tiket Lotto Kamu Secara Online

Satu diantara cara terbaik & paling nyaman guna bermain lotre merupakan dengan memainkannya dengan online, dan kebijakan deklarasi online Singapore Pool menawarkan...

Ortu Ungkap Ada 5 Siswi Nonmuslim Lain yang Diminta Berjilbab di Padang

Video adu argumen antara orang tua siswi nonmuslim dengan pihak SMK Negeri 2 Padang yang diminta memakai kerudung atau jilbab viral di media sosial. Orang tua siswa itu, Elianu Hia menyebut tindakan sekolah tersebut melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Sopir Injak Pedal Gas Saat Parkir, Minubus di Makassar Terjun Bebas ke Kanal

Sebuah minibus yang dikemudikan Ramli (65) di Kota Makassar terjun bebas ke dalam sebuah kanal. Sebab, Ramli lalai dengan menginjak pedal gas saat mobilnya tengah terparkir. "Diduga Pengemudi roda empat pada saat parkir dan menghidupkan mesin tidak sengaja menginjak gas dalam posisi masuk persneling," kata Kapala Bagian Ops, KBO Sat Lalulintas Polrestabes Makassar, AKP Emy…

Popular categories

Recent comments