Mahfud: Tak Setuju Aturan Pemerintah, Tempuhlah Mekanisme Konstitusional

-

Jakarta

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md bicara soal aturan dan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Mahfud mengatakan, setiap warga wajib mengikuti aturan tersebut.

Hal itu disampaikannya saat menjadi Keynote Speaker di ‘Seminar Nasional Pengelolaan Perbatasan Laut Republik Indonesia’, di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (15/12/2020). Mahfud mulanya bicara soal kedaulatan.

“Sejak menyatakan diri sebagai negara yang merdeka, maka pada saat yang sama Indonesia mempunyai kedaulatan. Kedaulatan itu artinya kekuasaan untuk menentukan kebijakan dan membuat aturan-aturan yang membuat aturan-aturan, kebijakan-kebijakan yang harus diikuti,” kata Mahfud.

Mahfud mengatakan, pemerintah memiliki kekuasaan untuk membuat aturan dan kebijakan. Setiap warga negara, kata dia, wajib mengikuti aturan dan kebijakan pemerintah itu.

“Siapa itu yang membuat? Yang membuat tentu pemerintah. Mengapa pemerintah berhak membuat dan keputusan-keputusannya serta aturan-aturannya harus diikuti? Karena dia memimpin negara yang berdaulat,” ungkapnya.

Meski demikian, kata Mahfud, rakyat juga memiliki setir kepemimpinan. Dia mengungkapkan, kepemimpinan itu diberikan kepada rakyat melalui mekanisme konstitusional.

“Dan kepemimpinan diberikan kepada rakyat melalui mekanisme konstitusi. Oleh sebab itu setiap warga negara atau siapapun di republik ini yang ingin ikut mengatur atau kurang setuju dengan aturan-aturan yang ada, tempuhlah mekanisme konstitusional untuk membuat aturan-aturan dan menegakkan aturan. Jadi hidup menjadi tertib,” ucap Mahfud.

Mahfud pun memastikan negara bakal hadir untuk melindungi segenap bangsa Indonesia. Pasalnya, keutuhan wilayah hingga ideologi Indonesia merupakan tanggung jawab pemerintah.

“Nah maka tugas negara salah satunya adalah melindungi segenap bangsa dan tumpah darah bangsa Indonesia. Menjaga keutuhan, ideologi, dan keutuhan wilayah itu tugas dari setiap pemerintah Indonesia,” pungkas Mahfud.

(mae/mae)

Share this article

Recent posts

Video Saat Mustang GT500 Terbakar di Pondok Indah

Mobil sport Mustang V8 terbakar di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan, sore tadi. Api melahap hangus bodi mobil tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

PPKM Level 4 Berlaku Besok, Kapasitas Angkutan Umum-Taksi Online 50%

Penerapan PPKM level 4 berlaku mulai besok hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen. "Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Menko Kemaritiman dan…

Misteri Perusak Patung Ikon di Sulbar Dirusak Bikin Gempar

Video viral beredar menunjukkan seorang pria bermartil menghancurkan patung di salah satu sudut Polewali Mandar. Misteri masih belum terungkap, kenapa pria itu menghancurkan patung? Dalam salah satu potongan video pendek yang beredar di media sosial, tampak pria bermartil memukul-mukul Patung Tani yang tinggi menjulang. Peristiwa ini ternyata mengambil tempat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,…

Dua Lembaga BPJS Akan Integrasikan Data Layanan Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK akan mengintegrasikan data layanan program jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) secara spesifik. Dengan adanya integrasi data tersebut diharapkan akan meningkatkan mutu layanan yang diterima peserta.

Duka Bocah Vino Jadi Yatim Piatu Gegara Corona

Sungguh malang nasib seorang bocah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino. Bocah berusia 10 tahun itu harus kehilangan kedua orang tuanya gara-gara Corona (COVID-19).

Popular categories

Recent comments