Saksi: Red Notice Baru Djoko Tjandra Belum Terbit karena Kurang Syarat

-

Jakarta

Interpol pusat yang berada di Lyon, Prancis pernah bersurat ke Sekretariat NCB (National Central Bureau) Interpol Indonesia perihal masa berlaku red notice atas nama Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Seperti apa ceritanya?

Perihal itu disampaikan Kombes Bartholomeus I Made Oka saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara suap yang menjerat Irjen Napoleon Bonaparte. Oka mengaku menjabat sebagai Kepala Bagian Komunikasi International (Kabag Kominter) Interpol di Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri yang saat itu dikepalai Irjen Napoleon.

Oka mengatakan pada tahun 2019 terdapat surat dari Interpol pusat mengenai red notice Djoko Tjandra. Surat itu menyebutkan bila masa berlaku red notice Djoko Tjandra akan berakhir.

“Hanya surat pemberitahuan yang menyampaikan bahwa red notice Djoko Tjandra 6 bulan lagi akan habis sehingga diminta perpanjangan Januari 2019,” ucap Oka saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2020).

Saat itu Kadivhubinter Polri yang dijabat Irjen Napoleon disebut memerintahkan Oka untuk membalas surat tersebut. Oka mengatakan bila Napoleon memerintahkannya untuk mengajukan permohonan perpanjangan red notice Djoko Tjandra.

“Jadi waktu itu kami diperintah Pak Kadivhubinter untuk menerbitkan permohonan pengajuan red notice atas nama Joko Soegiarto Tjandra,” kata Oka.

Namun, menurut Oka, permohonan perpanjangan red notice itu tidak dapat dipenuhi karena kekurangan syarat. Oka mengatakan Kejaksaan Agung (Kejagung) selaku aparat hukum yang memiliki wewenang untuk perpanjangan red notice itu belum melengkapi persyaratan yang diperlukan.

“Jawaban Lyon, red notice tersebut belum bisa diterbitkan karena ada persyaratan yang kurang. (Persyaratan) data pribadi setahu saya,” ucap Oka.

“Setahu saya sampai saat ini belum (terpenuhi) Yang Mulia,” imbuhnya.

Diketahui, jaksa mendakwa Irjen Napoleon Bonaparte telah menerima suap dengan nilai sekitar Rp 6 miliar dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Suap itu diberikan Djoko Tjandra agar Napoleon, yang menjabat Kadivhubinter Polri, mengupayakan penghapusan status buron.

Napoleon juga didakwa bersama Brigjen Prasetijo sebagai Kepala Biro Koordinator Pengawas (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri. Napoleon disebut jaksa menerima suap senilai SGD 200 ribu dan USD 270 ribu, jika dirupiahkan uang itu mencapai Rp 6 miliar lebih.

Irjen Napoleon pernah bersaksi mengenai hal serupa. Bagaimana ceritanya?

Share this article

Recent posts

Citation Needed – Betting Online Dan Sistem Citation Needed

Berspekulasi pada kuda ialah salah satu tips paling populer untuk bertaruh pada pacuan kuda. Pacuan pion adalah olahraga dengan sangat mengasyikkan. Taruhan...

BMKG Ungkap 6 Faktor Pemicu Curah Hujan Ekstrem hingga Februari di RI

BMKG mengungkapkan enam faktor terjadinya curah hujan ekstrem di beberapa wilayah Indonesia pada bulan Januari hingga Februari. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan beberapa faktor tersebut adanya la lina hingga fenomena angin monsun Asia.

Cari Tiket Lotto Kamu Secara Online

Satu diantara cara terbaik & paling nyaman guna bermain lotre merupakan dengan memainkannya dengan online, dan kebijakan deklarasi online Singapore Pool menawarkan...

Ortu Ungkap Ada 5 Siswi Nonmuslim Lain yang Diminta Berjilbab di Padang

Video adu argumen antara orang tua siswi nonmuslim dengan pihak SMK Negeri 2 Padang yang diminta memakai kerudung atau jilbab viral di media sosial. Orang tua siswa itu, Elianu Hia menyebut tindakan sekolah tersebut melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Sopir Injak Pedal Gas Saat Parkir, Minubus di Makassar Terjun Bebas ke Kanal

Sebuah minibus yang dikemudikan Ramli (65) di Kota Makassar terjun bebas ke dalam sebuah kanal. Sebab, Ramli lalai dengan menginjak pedal gas saat mobilnya tengah terparkir. "Diduga Pengemudi roda empat pada saat parkir dan menghidupkan mesin tidak sengaja menginjak gas dalam posisi masuk persneling," kata Kapala Bagian Ops, KBO Sat Lalulintas Polrestabes Makassar, AKP Emy…

Popular categories

Recent comments