Pilpres AS di 2 Kota New Hampshire Telah Dimulai, Siapa yang Menang?

-

New Hampshire

Dua kota kecil di wilayah New Hampshire, Amerika Serikat (AS), memulai pemungutan suara untuk pemilihan presiden (pilpres) sesaat usai tengah malam. Hal ini telah menjadi tradisi selama 60 tahun terakhir di wilayah tersebut.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (3/11/2020), kota Dixville Notch dan Millsfield memulai pemungutan suara sesaat setelah Senin (2/11) tengah malam, atau pada Selasa (3/11) dini hari waktu AS. Warga kedua kota kecil itu bahkan telah selesai menggunakan hak pilih mereka.

Hasilnya menunjukkan calon presiden (capres) dari Partai Demokrat, Joe Biden, meraup seluruh lima suara yang ada di kota Dixville Notch, yang terletak dekat perbatasan Kanada tersebut.

Sedangkan di kota Millsfield, yang berjarak 20 kilometer sebelah selatan Diville Notch, capres petahana, Presiden Donald Trump unggul dengan 16 suara sementara Biden meraih lima suara.

Biasanya, akan ada suplai makanan dan kehadiran awak media dalam jumlah besar di ruangan kecil untuk menyaksikan pemungutan suara di kedua kota kecil itu. Namun untuk tahun itu, suasananya berbeda dari biasanya akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

Sulit juga untuk menggelar perayaan tradisi selama 60 tahun, yang dimulai sejak November 1960 silam ini. “Enam puluh tahun — dan sayangnya, kita tidak bisa merayakannya,” ucap moderator kota Dixville Notch, Tom Tillotson.

Kota ketiga di New Hampshire yang biasanya menggelar pemungutan suara pada tengah malam adalah Hart’s Location. Namun tahun ini, tradisi pemungutan suara tengah malam di Hart’s Location ditangguhkan karena pandemi Corona. Untuk pilpres tahun ini, kota Hart’s Location menggelar pemungutan suara mulai pukul 11.00 hingga 19.00 waktu setempat, pada Selasa (3/11) waktu AS.

Tradisi pemungutan suara tengah malam di New Hampshire ini bermula tahun 1948 untuk mengakomodasi para pekerja rel kereta api yang harus mulai bekerja sebelum jam pemungutan suara normal. Tradisi ini sempat berhenti tahun 1964 namun kembali dilakukan sejak tahun 1996 lalu.

(nvc/ita)

Share this article

Recent posts

AS Janji Bela Filipina dalam Konflik, China Berang

Kedutaan Besar China di Filipina melontarkan kecaman terhadap AS setelah negara itu berjanji membela Filipina jika diserang dalam sengketa Laut China Selatan.

Ada Kasus Corona di Bandara Shanghai, Puluhan Ribu Staf Dites Massal

Puluhan ribu staf di bandara Shanghai, China, menjalani tes virus Corona (COVID-19) secara massal setelah terdeteksi wabah kecil di kalangan pegawainya.

Rentetan Serangan Roket di Afghanistan di Tengah Perundingan Damai

Rentetan serangan roket menghantam wilayah Kabul bagian tengah di Afghanistan. Serangan dilancarkan ketika perundingan damai sedang dalam proses.

Kembali Cetak Rekor Tertinggi, AS Catat 195 Ribu Kasus Corona Sehari

AS mencatat lebih dari 195 ribu kasus virus Corona (COVID-19) dalam 24 jam terakhir. Angka ini mencetak rekor baru untuk lonjakan kasus tertinggi dalam sehari.

Coba Bocorkan Rahasia Militer ke CIA, Pria Rusia Dibui 13 Tahun

Pengadilan Rusia menjatuhi vonis 13 tahun penjara terhadap seorang warganya yang berupaya membocorkan rahasia militer kepada CIA.

Popular categories

Recent comments