Kata Erdogan ke Yunani Usai Gempa: Solidaritas Lebih Berharga dari Banyak Hal

-

Jakarta

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menyampaikan belasungkawa kepada Yunani setelah gempa Magnitudo (M) 7 yang mengguncang Yunani dan Turki. Hal itu disampaikan Erdogan setelah Perdana Menteri (PM) Yunani Kyriakos Mitsotakis menyampaikan hal serupa.

Dalam sebuah tweet, Mitsotakis mengatakan bahwa dia telah menelepon Erdogan dan menyampaikan belasungkawa atas para korban gempa bumi di Turki.

“Saya baru saja menelepon Recep Tayyip Erdogan untuk menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa secara tragis akibat gempa bumi yang melanda kedua negara kami. Apapun perbedaan kita, inilah saat-saat ketika orang-orang kita perlu berdiri bersama,” tulis Mitsotakis di Twitter.

Dalam komentar retweet, Erdogan menyampaikan “belasungkawa”.

“Terima kasih, Mr. Perdana Menteri. Saya menyampaikan belasungkawa saya kepada seluruh Yunani atas nama saya sendiri dan rakyat Turki,” tulis Erdogan di Twitter seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (31/10/2020).

“Turki juga selalu siap membantu Yunani menyembuhkan luka-lukanya. Bahwa dua tetangga menunjukkan solidaritas di masa-masa sulit lebih berharga daripada banyak hal dalam hidup,” imbuh Erdogan.

(ita/ita)

Share this article

Recent posts

AS Janji Bela Filipina dalam Konflik, China Berang

Kedutaan Besar China di Filipina melontarkan kecaman terhadap AS setelah negara itu berjanji membela Filipina jika diserang dalam sengketa Laut China Selatan.

Ada Kasus Corona di Bandara Shanghai, Puluhan Ribu Staf Dites Massal

Puluhan ribu staf di bandara Shanghai, China, menjalani tes virus Corona (COVID-19) secara massal setelah terdeteksi wabah kecil di kalangan pegawainya.

Rentetan Serangan Roket di Afghanistan di Tengah Perundingan Damai

Rentetan serangan roket menghantam wilayah Kabul bagian tengah di Afghanistan. Serangan dilancarkan ketika perundingan damai sedang dalam proses.

Kembali Cetak Rekor Tertinggi, AS Catat 195 Ribu Kasus Corona Sehari

AS mencatat lebih dari 195 ribu kasus virus Corona (COVID-19) dalam 24 jam terakhir. Angka ini mencetak rekor baru untuk lonjakan kasus tertinggi dalam sehari.

Coba Bocorkan Rahasia Militer ke CIA, Pria Rusia Dibui 13 Tahun

Pengadilan Rusia menjatuhi vonis 13 tahun penjara terhadap seorang warganya yang berupaya membocorkan rahasia militer kepada CIA.

Popular categories

Recent comments