Macron Minta Presiden Belarus Alexander Lukashenko Mundur

-

Paris

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa pemimpin Belarus Alexander Lukashenko harus mundur. Komentar ini disampaikan dalam wawancara di sebuah majalah mingguan Prancis.

“Jelas dia harus pergi,” katanya kepada Journal du Dimanche seperti dilansir AFP, Minggu (27/9).

Macron menyatakan hal ini setelah Uni Eropa menolak untuk mengakui Lukashenko sebagai presiden sah negara itu.

“Ini adalah krisis kekuasaan, kekuatan otoriter yang tidak dapat menerima logika demokrasi dan yang bergantung pada kekerasan. Jelas bahwa Lukashenko harus pergi,” katanya.

Macron juga mengatakan dia “terkesan dengan keberanian para pengunjuk rasa” di Belarus.

“Mereka tahu risiko yang mereka ambil dengan berdemonstrasi setiap akhir pekan, namun mereka mendorong gerakan untuk membuat demokrasi menjadi hidup di negara yang telah lama dirampas ini,” katanya.

“Wanita khususnya, yang berbaris setiap Sabtu, mendapat rasa hormat kami,” tambahnya.

Tonton juga ‘Demo Menentang Pemerintahan Belarusia Terbesar Dalam Sejarah Negara’:

[Gambas:Video 20detik]

Share this article

Recent posts

Jika Terpilih, Biden Janjikan Vaksin Corona Gratis untuk Semua Warga AS

Capes AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, menjanjikan vaksin virus Corona akan digratiskan untuk seluruh warga jika dirinya terpilih jadi Presiden AS.

Jelang Pilpres, Peretas Rusia Serang Jaringan Pemerintah AS

Para peretas yang disponsori Rusia dilaporkan berupaya menyusup ke dalam jaringan komputer pemerintah negara bagian dan pemerintah lokal di AS.

Demi Dicoret dari Daftar Sponsor Teroris, Sudan Transfer Rp 4,9 T ke AS

Pembayaran kompensasi US$ 335 juta (Rp 4,9 triliun) merupakan bagian dari kesepakatan dengan AS agar Sudan dihapus dari daftar sponsor terorisme.

Guru Prancis Dipenggal, Macron Desak Putin Tingkatkan Kerjasama Antiteror

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meningkatkan kerja sama guna memerangi terorisme dan imigran ilegal.

Penumpang Wajib Tes Corona di Bandara Sebelum Terbang Keluar Inggris

Para penumpang akan menjalani tes virus Corona (COVID-19) selama satu jam di bandara sebelum bisa terbang keluar dari Inggris.

Popular categories

Recent comments