1.112 Pejabat Beijing Dihukum karena Gagal Cegah Corona

-

Beijing

Otoritas Beijing di China menghukum sedikitnya 1.112 pejabat dan pegawai negeri di wilayahnya yang dianggap gagal menjalankan langkah pencegahan dan pengendalian virus Corona (COVID-19).

“Kota (Beijing) telah mengambil langkah-langkah ketat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit dan telah menahan anggota Partai Komunis dan pejabat publik yang gagal memenuhi tugas mereka secara bertanggung jawab,” demikian pernyataan Kongres Rakyat Kota Beijing, seperti dilansir CNN, Jumat (25/9/2020).

Pernyataan ini tidak menyebut secara detail soal bentuk hukuman yang dijatuhkan kepada para pejabat itu.

Setelah pasar makanan Xinfadi di Beijing menjadi klaster penularan Corona pada Juni lalu, laporan media pemerintah CGTN menyebut dua pejabat lokal telah ‘dipecat dan dihukum’ karena ‘gagal dalam tugas pencegahan dan pengendalian COVID-19’.

Di Provinsi Hubei pada Mei lalu, menurut laporan Hubei Daily, banyak pejabat yang dicopot dari jabatannya karena alasan yang sama. Ibu kota provinsi itu, Wuhan, menjadi pusat awal wabah Corona di China.

Pada bulan yang sama, Wakil Kepala Biro Statistik Provinsi Hubei, Xia Guohua, dicopot dari jabatannya dan mendapat peringatan serius karena salah mendistribusikan masker yang bertentangan dengan aturan pemerintah.

Pernyataan terbaru otoritas Beijing menyatakan bahwa sejauh ini total 953 kasus Corona tercatat di wilayahnya. Dari jumlah itu, sekitar 926 pasien telah sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit. Sembilan pasien meninggal dunia.

(nvc/ita)

Share this article

Recent posts

Jika Terpilih, Biden Janjikan Vaksin Corona Gratis untuk Semua Warga AS

Capes AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, menjanjikan vaksin virus Corona akan digratiskan untuk seluruh warga jika dirinya terpilih jadi Presiden AS.

Jelang Pilpres, Peretas Rusia Serang Jaringan Pemerintah AS

Para peretas yang disponsori Rusia dilaporkan berupaya menyusup ke dalam jaringan komputer pemerintah negara bagian dan pemerintah lokal di AS.

Demi Dicoret dari Daftar Sponsor Teroris, Sudan Transfer Rp 4,9 T ke AS

Pembayaran kompensasi US$ 335 juta (Rp 4,9 triliun) merupakan bagian dari kesepakatan dengan AS agar Sudan dihapus dari daftar sponsor terorisme.

Guru Prancis Dipenggal, Macron Desak Putin Tingkatkan Kerjasama Antiteror

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meningkatkan kerja sama guna memerangi terorisme dan imigran ilegal.

Penumpang Wajib Tes Corona di Bandara Sebelum Terbang Keluar Inggris

Para penumpang akan menjalani tes virus Corona (COVID-19) selama satu jam di bandara sebelum bisa terbang keluar dari Inggris.

Popular categories

Recent comments