Kematian Akibat Corona di Iran Lampaui 24 Ribu Kasus

-

Tehran

Kementerian Kesehatan mengatakan kematian akibat COVID-19 di Iran mencapai angka 24.000 kasus hingga Sabut waktu setempat. Otoritas Iran menilai penyebab tingginya angka kematian itu karena pelanggaran penggunaan masker.

“(Angka) menunjukkan bahwa penggunaan masker menurun, dan pada saat yang sama kami melihat terjadi peningkatan infeksi harian dan rawat inap,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Sima Sadat Lari dalam sambutan yang disiarkan televisi, seperti dilansir AFP, Sabtu (19/9/2020).

“Janganlah kita lupa bahwa kondisi virus saat ini mencerminkan kepatuhan kita terhadap protokol kesehatan dan penggunaan masker,” katanya.

Sejak akhir Februari, Iran telah memerangi wabah COVID-19 yang paling mematikan di Timur Tengah. Infeksi dan kematian telah meningkat di bulan ini.

Infeksi harian tercatat di atas 2.000 kasus selama dua minggu terakhir dan mendekati level tertinggi 3.574 yang dicapai pada awal Juni.

Kementerian Kesehatan mencatat, dalam 24 jam hingga Sabtu ini, ada 2.845 orang dinyatakan positif Corona, sehingga total kasus Corona di Iran menjadi 4.19.043 kasus positif.

Ada skeptisisme di dalam dan luar negeri tentang angka resmi di Iran, di tengah kekhawatiran jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

Iran telah mewajibkan penggunaan masker di ruang publik tertutup dan berulang kali meminta publik untuk menahan diri dari perjalanan yang tidak penting.

(lir/lir)

Share this article

Recent posts

PPKM Level 4 Berlaku Besok, Kapasitas Angkutan Umum-Taksi Online 50%

Penerapan PPKM level 4 berlaku mulai besok hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen. "Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Menko Kemaritiman dan…

Misteri Perusak Patung Ikon di Sulbar Dirusak Bikin Gempar

Video viral beredar menunjukkan seorang pria bermartil menghancurkan patung di salah satu sudut Polewali Mandar. Misteri masih belum terungkap, kenapa pria itu menghancurkan patung? Dalam salah satu potongan video pendek yang beredar di media sosial, tampak pria bermartil memukul-mukul Patung Tani yang tinggi menjulang. Peristiwa ini ternyata mengambil tempat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,…

Dua Lembaga BPJS Akan Integrasikan Data Layanan Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK akan mengintegrasikan data layanan program jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) secara spesifik. Dengan adanya integrasi data tersebut diharapkan akan meningkatkan mutu layanan yang diterima peserta.

Duka Bocah Vino Jadi Yatim Piatu Gegara Corona

Sungguh malang nasib seorang bocah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino. Bocah berusia 10 tahun itu harus kehilangan kedua orang tuanya gara-gara Corona (COVID-19).

Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Jadi Per Level

Pemerintah menjelaskan alasan mengganti istilah PPKM Darurat menjadi PPKM dengan level tertentu. Pergantian itu disebut mengikuti arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Terkait dengan level memang kita mengikuti apa yang diarahkan oleh WHO dan kita menggunakan dua level yaitu level transmisi dan kapasitas respons," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7/2021).

Popular categories

Recent comments