9 Bulan Terlewati dengan Catatan 30 Juta Lebih Kasus Corona Terdeteksi

-

Jakarta

Sembilan bulan terlewati sejak kemunculan virus Corona (COVID-19) di dunia. Kini tercatat secara global kasusnya telah melampaui angka 30 juta. Sementara total kematian akibat virus ini secara global sudah melebihi 944 ribu orang.

Seperti dilansir CNN dan AFP, Jumat (18/9/2020), data penghitungan terbaru Johns Hopkins University (JHU) mencatat total 30.065.728 kasus Corona kini terkonfirmasi secara global. Angka ini tercapai dalam waktu 9 bulan setelah kasus pertama terdeteksi di kota Wuhan, China, pada pertengahan Desember 2019.

Dunia mencatat total 1 juta kasus Corona pada 2 April, atau dalam waktu tiga bulan usai kasus pertama terdeteksi. Total kasus Corona mencapai 10 juta kasus pada 28 Juni lalu dan dibutuhkan waktu 12 minggu itu menjadikan total kasus Corona tiga kali lipat dari itu.

Total kematian akibat Corona secara global, menurut data JHU, sejauh ini mencapai 944.604 orang.

Amerika Serikat (AS) mencatat total kasus Corona terbanyak di dunia, dengan 6.674.070 kasus dan 197.615 kematian. India ada di posisi kedua dengan total 5.118.253 kasus dan 83.198 kematian. Selanjutnya ada Brasil dengan total 4.455.386 kasus Corona dan 134.935 kematian.

Total kasus Corona dari ketiga negara itu mencapai lebih dari 50 persen dari total kasus secara global.

Kendati demikian, ritme pandemi Corona tampaknya telah stabil secara global sejak pertengahan Juli, dengan total 1 juta kasus terdeteksi setiap empat hari. Dibutuhkan 94 hari untuk mencapai total 1 juta kasus Corona dan 86 hari untuk mencapai total 10 juta kasus. Kini jumlah totalnya telah mencapai tiga kali lipatnya.

Share this article

Recent posts

PPKM Level 4 Berlaku Besok, Kapasitas Angkutan Umum-Taksi Online 50%

Penerapan PPKM level 4 berlaku mulai besok hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen. "Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Menko Kemaritiman dan…

Misteri Perusak Patung Ikon di Sulbar Dirusak Bikin Gempar

Video viral beredar menunjukkan seorang pria bermartil menghancurkan patung di salah satu sudut Polewali Mandar. Misteri masih belum terungkap, kenapa pria itu menghancurkan patung? Dalam salah satu potongan video pendek yang beredar di media sosial, tampak pria bermartil memukul-mukul Patung Tani yang tinggi menjulang. Peristiwa ini ternyata mengambil tempat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,…

Dua Lembaga BPJS Akan Integrasikan Data Layanan Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK akan mengintegrasikan data layanan program jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) secara spesifik. Dengan adanya integrasi data tersebut diharapkan akan meningkatkan mutu layanan yang diterima peserta.

Duka Bocah Vino Jadi Yatim Piatu Gegara Corona

Sungguh malang nasib seorang bocah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino. Bocah berusia 10 tahun itu harus kehilangan kedua orang tuanya gara-gara Corona (COVID-19).

Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Jadi Per Level

Pemerintah menjelaskan alasan mengganti istilah PPKM Darurat menjadi PPKM dengan level tertentu. Pergantian itu disebut mengikuti arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Terkait dengan level memang kita mengikuti apa yang diarahkan oleh WHO dan kita menggunakan dua level yaitu level transmisi dan kapasitas respons," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7/2021).

Popular categories

Recent comments