4 Unjuk Rasa di Berbagai Belahan Dunia Saat Corona Masih Mewabah

-

Jakarta

Aksi unjuk rasa masih berlangsung di berbagai negara meskipun dunia sedang dilanda Corona. Aksi unjuk rasa ini masih terjadi di bulan September.

Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh beragam isu. Dari masalah politik, lockdown Corona hingga masalah penghinaan agama.

Berikut ini empat aksi unjuk rasa yang terjadi, dari Turki hingga Australia.

1. Turki

Sekitar 200 orang di Istanbul, Turki berdemonstrasi pada Minggu (13/9/2020) waktu setempat untuk mengecam majalah Prancis, Charlie Hebdo. Majalah itu menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad yang memicu kemarahan umat muslim.

Dilansir AFP, Senin (14/9/2020) Majalah mingguan satire Prancis Charlie Hebdo – yang menjadi target pembantaian oleh para radikalis pada tahun 2015 – mencetak ulang gambar-gambar kontroversial tersebut untuk menandai dimulainya persidangan awal bulan ini dari tersangka kaki tangan dalam serangan itu.

Karikatur itu kontroversial karena gambar nabi dilarang dalam Islam. Dua belas orang, termasuk beberapa kartunis paling terkenal di Prancis, tewas pada 7 Januari 2015, ketika Said dan Cherif Kouachi mengamuk di kantor surat kabar di Paris.

Beberapa pengunjuk rasa di Beyazit Square di sisi Eropa Istanbul memegang plakat yang berisi peringatan terhadap Charlie Hebdo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan tulisan “akan membayar mahal”, dan Macron membela “kebebasan menghujat” majalah itu.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk keputusan untuk menerbitkan ulang kartun itu. “Tidak menghormati agama kami dan nabi kami,” ujar Kemenlu Turki.

2. Belarus

Polisi anti huru hara menahan lebih dari 400 demonstran di Belarus pada hari Minggu (13/9/2020) waktu setempat, ketika puluhan ribu orang turun ke jalan untuk berdemo. Mereka menentang hasil pemilu yang memenangkan Alexander Lukashenko.

Seperti dilansir AFP, Senin (14/9/2020), lebih dari 100.000 orang diperkirakan telah berbaris di kota Minsk setiap empat akhir pekan terakhir untuk menuntut Lukashenko mundur karena sengketa pemilihan presiden 9 Agustus, yang dia klaim menang telak.

Jurnalis AFP mengatakan, jumlah yang sama mengambil bagian dalam demonstrasi terbaru, dengan kerumunan besar membanjiri jalan-jalan meskipun tindakan kekerasan polisi semakin intensif.

Petugas polisi berseragam dan berpakaian biasa menindak keras orang-orang yang berkumpul untuk demonstrasi “Pawai Pahlawan”, dengan mendorong atau meninju mereka. Aksi kekerasan polisi ini terekam dalam video yang diposting di situs berita Belarus Tut.by.

Akses ke internet seluler dibatasi dan stasiun metro pusat ditutup, dengan pihak berwenang memindahkan van polisi, kendaraan militer, dan kawat berduri ke tengah menjelang demo.

“Lebih dari 400 orang ditahan di berbagai distrik ibu kota,” kata Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan. Dia menambahkan bahwa mereka yang ditahan membawa bendera dan plakat “ofensif”.

Tonton video ‘Kematian Akibat Corona di Italia Capai 35.000, Muncul Demo’:

[Gambas:Video 20detik]

Share this article

Recent posts

AS Janji Bela Filipina dalam Konflik, China Berang

Kedutaan Besar China di Filipina melontarkan kecaman terhadap AS setelah negara itu berjanji membela Filipina jika diserang dalam sengketa Laut China Selatan.

Ada Kasus Corona di Bandara Shanghai, Puluhan Ribu Staf Dites Massal

Puluhan ribu staf di bandara Shanghai, China, menjalani tes virus Corona (COVID-19) secara massal setelah terdeteksi wabah kecil di kalangan pegawainya.

Rentetan Serangan Roket di Afghanistan di Tengah Perundingan Damai

Rentetan serangan roket menghantam wilayah Kabul bagian tengah di Afghanistan. Serangan dilancarkan ketika perundingan damai sedang dalam proses.

Kembali Cetak Rekor Tertinggi, AS Catat 195 Ribu Kasus Corona Sehari

AS mencatat lebih dari 195 ribu kasus virus Corona (COVID-19) dalam 24 jam terakhir. Angka ini mencetak rekor baru untuk lonjakan kasus tertinggi dalam sehari.

Coba Bocorkan Rahasia Militer ke CIA, Pria Rusia Dibui 13 Tahun

Pengadilan Rusia menjatuhi vonis 13 tahun penjara terhadap seorang warganya yang berupaya membocorkan rahasia militer kepada CIA.

Popular categories

Recent comments