Korban Tewas Tertembak dalam Bentrok Protes Kasus Jacob Blake Jadi 2 Orang

-

Kenosha

Korban tewas yang ditembak oleh orang tak dikenal saat protes hari ketiga atas kematian Jacob Blake di kota Kenosha, Amerika Serikat menjadi 2 orang. Peristiwa itu terjadi saat kelompok anti polisi bentrok dengan aparat.

Dilansir AFP, Kamis (27/8/2020) rekaman video yang diposting online menunjukkan seorang pria berpakaian sipil atau orang tak dikenal (OTK) dengan senapan serbu tampak menembak ke arah pengunjuk rasa. Pria itu juga memukul dua orang yang mencoba menghentikannya.

Penembak itu kemudian tampak berjalan di jalan dengan bebas, pistol disandang di dadanya, sementara pengunjuk rasa berpencar dan kedaraan polisi melewatinya.

Rabu pagi waktu setempat, departemen kepolisian Wisconsin mengatakan, petugas setempat bersama dengan agen bantuan, telah menanggapi laporan tentang tembakan yang dilepaskan dan 2 orang korban tewas dalam tembakan sebelum tengah malam.

“Penembakan itu mengakibatkan dua kematian dan korban penembakan ketiga dibawa ke rumah sakit dengan mengalami luka serius. Tetapi luka-luka itu tidak mengancam nyawa,” kara departemen itu melalui akun twitter. Dia menambahkan penyelidikan itu “aktif dan sedang berlangsung”.

Sheriff David Beth dari Kenosha County mengatakan kepada Milwaukee Jurnal Senrinel bahwa dia yakin setidaknya satu orang akan segera ditahan berdasarkan rekaman video yang telah ditinjau polisi itu.

“Saya merasa sangat yakin, kami akan mendapatkannya dalam waktu yang singkat,” kata Beth.

Sebelumnya, satu orang tewas ditembak dan dua orang lainnya terluka di kota Kenosha, Wisconsin, Amerika Serikat pada Selasa (25/8) malam waktu setempat, saat terjadi bentrokan antar kelompok selama aksi protes atas penembakan polisi terhadap seorang pria kulit hitam.

“Tiga orang telah ditembak, dan satu tewas,” kata Sheriff David Beth dari Kenosha County, menurut New York Times seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (26/8/2020).

Diketahui penembakan itu terjadi pada malam ketiga protes atas penembakan oleh polisi terhadap orang Afrika-Amerika, Jacob Blake pada Minggu lalu.

Video menunjukkan seorang polisi menembakkan Blake dari jarak dekat sebanyak 7 kali di punggungnya saat dia mencoba masuk ke mobil. Peristiwa itu disaksikan oleh ketiga putranya.

Ayah Blake, Jacob Blake Sr. menuduh polisi melakukan “percobaan pembunuhan yang tidak masuk akal” karena dia tetap lumpuh dari pinggang ke bawah setelah menjalani beberapa operasi.

(lir/lir)

Share this article

Recent posts

PPKM Level 4 Berlaku Besok, Kapasitas Angkutan Umum-Taksi Online 50%

Penerapan PPKM level 4 berlaku mulai besok hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen. "Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Menko Kemaritiman dan…

Misteri Perusak Patung Ikon di Sulbar Dirusak Bikin Gempar

Video viral beredar menunjukkan seorang pria bermartil menghancurkan patung di salah satu sudut Polewali Mandar. Misteri masih belum terungkap, kenapa pria itu menghancurkan patung? Dalam salah satu potongan video pendek yang beredar di media sosial, tampak pria bermartil memukul-mukul Patung Tani yang tinggi menjulang. Peristiwa ini ternyata mengambil tempat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,…

Dua Lembaga BPJS Akan Integrasikan Data Layanan Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK akan mengintegrasikan data layanan program jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) secara spesifik. Dengan adanya integrasi data tersebut diharapkan akan meningkatkan mutu layanan yang diterima peserta.

Duka Bocah Vino Jadi Yatim Piatu Gegara Corona

Sungguh malang nasib seorang bocah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino. Bocah berusia 10 tahun itu harus kehilangan kedua orang tuanya gara-gara Corona (COVID-19).

Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Jadi Per Level

Pemerintah menjelaskan alasan mengganti istilah PPKM Darurat menjadi PPKM dengan level tertentu. Pergantian itu disebut mengikuti arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Terkait dengan level memang kita mengikuti apa yang diarahkan oleh WHO dan kita menggunakan dua level yaitu level transmisi dan kapasitas respons," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7/2021).

Popular categories

Recent comments