Presiden Dewan Eropa Telepon Putin Bahas Upaya Perdamaian Belarusia

-

Moskow

Presiden Dewan Eropa, Charles Michel mengadakan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Selasa waktu setempat. Pembicaraan itu membahas situasi di Belarusia.

Dilansir AFP, Selasa (18/8/2020), Michel berbicara dengan pemimpin Rusia itu pada malam pertemuan darurat pata pimpinan blok untuk membahas Belarusia. Dalam beberapa waktu terakhir, protes terus bergulir di Belarusia terhadap pemilihan ulang Presiden Alexander Lukashenko yang disengketakan.

“Saya baru saja membahas situasi di #Belarus dengan Presiden Putin dari Rusia @KremlinRussia_E. Hanya dialog yang damai dan benar-benar inklusif yang dapat menyelesiakan krisi di Belarus,” cuit Michel di akun Twitternya.

Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan Michel melakukan panggilan yang berlangsung selam 30 menit itu menyuarakan keprihatinannya tentang pemilihan umum 9 Agustus dan kekerasan yang digunakan pasukan Lukashenko terhadap pengunjuk rasa.

Michel dan Putin juga membahas bagaimana mendorong dialog untuk membawa krisis kepada kesimpulan damai, kata pejabat itu,

Lakashenko berada di bawah tekanan untuk mundur setelah 10 hari protes dan pemogokan atas klaimnya untuk memenangkan masa jabatan keeman dalam pemungutan suara dan tindakan keras polisi yang brutal terhadap protes pasca pemilihan.

Kekuatan Barat meningkatkan tekanan kepada Rusia, sekutu utama Lukashenko, agar tidak campur tangan untuk menopangnya setelah Kremlin mengatakan siap mengirim pasukan jika diperlukan.

Kanselir Jerman, Angela Merkel pada Selasa menelepon Putin untuk memberitahu Belarus harus berhenti membubarkan protes damai dengan kekerasan. Dia juga berharap agar membebaskan tahanan dan bernegosiasi dengan kritikus Lukashenko.

Pihak berwenang harus “memasuki dialog nasional dengan oposisi dan masyarakat untuk mengatasi krisis,” kata Juru Bicara Markel.

Diketahui demonstrasi jalanan terbesar terjadi di Belarusia selama satu pekan terakhir sejak merdeka dari Uni Soviet. Lebih dari 100 ribu orang turun ke jalan di Ibu Kota untuk menuntut Lukashenko mundur setelah 26 tahun berkuasa.

Dalam tindakan keras polisi tersebut, lebih dari 6.700 orang ditangkap dan ratusan luka-luka serta dua orang tewas dalam gelombang protes itu.

(lir/lir)

Share this article

Recent posts

Jet Tempur Taiwan Jatuh ke Laut, Pilot Tewas

Seorang pilot Taiwan tewas setelah jet tempurnya jatuh di lepas pantai timur pulau itu saat latihan rutin.

Sepekan Jelang Pilpres AS, Sudah 70 Juta Warga Gunakan Hak Pilih

Lebih dari 70 juta warga AS telah menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara awal atau early voting dalam pilpres tahun ini.

Bom Meledak di Madrasah Pakistan, 7 Orang Termasuk Anak-anak Tewas

Sebuah bom meledak di dalam kelas di sebuah madrasah di Pakistan. Tujuh orang, termasuk anak-anak, tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden ini.

Raja Malaysia Tolak Tetapkan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Didesak Mundur

PM Malaysia, Muhyiddin Yassin, menghadapi seruan mundur setelah Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah, menolak permintaannya untuk menetapkan keadaan darurat.

Meninggal di Usia 38 Tahun, Ini Sosok Pangeran Brunei Abdul Azim

Pangeran Brunei Abdul Azim meninggal di usia 38 tahun. Seperti apa sosoknya?

Popular categories

Recent comments