Sosok Cawapres Wanita Kulit Hitam yang Disebut Trump Paling Kejam

-

Washington DC

Joe Biden resmi menunjuk senator Kamala Harris menjadi cawapresnya pada Pilpres Amerika Serikat (AS). Donald Trump menyebut cawapres pilihan Biden itu kejam.

Biden mulanya pernah berjanji akan memilih calon wapres perempuan. Dia pun memenuhi janjinya itu. “Saya mendapat kehormatan besar untuk mengumumkan bahwa saya telah memilih @KamalaHarris – petarung tak kenal takut dan salah satu pegawai negeri terbaik di negara itu – sebagai pasangan saya,” ujar Biden seperti dilansir AFP, Rabu (12/8/2020).

Biden mengumumkan Kamala Harris sebagai cawapres lewat akun Twitter-nya. Kamala Harris, 55 tahun, dinilai dapat menarik pemilih wanita, terutama mereka yang berada di pinggiran AS yang telah menjauh dari Donald Trump yang kembali mencalonkan diri sebagai capres AS.

Kamala Harris yang sempat mencalonkan diri untuk pencalonan presiden Demokrat 2020 melawan Biden – mengatakan dia merasa terhormat menjadi cawapres Biden.

“@JoeBiden bisa menyatukan rakyat Amerika karena dia menghabiskan hidupnya berjuang untuk kita. Dan sebagai presiden, dia akan membangun Amerika yang sesuai dengan cita-cita kita,” ucap Kamala Harris.

Sementara itu, Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa Harris tidak membuatnya terkesan ketika dia bersaing untuk bursa capres Partai Demokrat dalam pemilihan pendahuluan.

“Saya lebih terkejut dari apa pun karena dia melakukannya dengan sangat buruk,” kata Trump, Selasa (11/8).

Trump juga mengatakan bahwa selama sidang konfirmasi Senat 2018 dari Hakim Agung Brett Kavanaugh, Harris adalah “yang paling kejam, paling mengerikan, paling tidak sopan dari siapa pun di Senat AS.”

Untuk diketahui, Kamala Harris merupakan perempuan keturunan Afrika dan keturunan Asia pertama yang dipilih sebagai cawapres. Wanita bernama lengkap Kamala Devi Harris ini lahir di Oakland, California pada 20 Oktober 1964. Dia adalah seorang politikus dan pengacara Amerika. Dia menjabat sebagai senator junior Amerika Serikat dari California sejak 2017.

Share this article

Recent posts

PPKM Level 4 Berlaku Besok, Kapasitas Angkutan Umum-Taksi Online 50%

Penerapan PPKM level 4 berlaku mulai besok hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen. "Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Menko Kemaritiman dan…

Misteri Perusak Patung Ikon di Sulbar Dirusak Bikin Gempar

Video viral beredar menunjukkan seorang pria bermartil menghancurkan patung di salah satu sudut Polewali Mandar. Misteri masih belum terungkap, kenapa pria itu menghancurkan patung? Dalam salah satu potongan video pendek yang beredar di media sosial, tampak pria bermartil memukul-mukul Patung Tani yang tinggi menjulang. Peristiwa ini ternyata mengambil tempat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,…

Dua Lembaga BPJS Akan Integrasikan Data Layanan Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK akan mengintegrasikan data layanan program jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) secara spesifik. Dengan adanya integrasi data tersebut diharapkan akan meningkatkan mutu layanan yang diterima peserta.

Duka Bocah Vino Jadi Yatim Piatu Gegara Corona

Sungguh malang nasib seorang bocah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino. Bocah berusia 10 tahun itu harus kehilangan kedua orang tuanya gara-gara Corona (COVID-19).

Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Jadi Per Level

Pemerintah menjelaskan alasan mengganti istilah PPKM Darurat menjadi PPKM dengan level tertentu. Pergantian itu disebut mengikuti arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Terkait dengan level memang kita mengikuti apa yang diarahkan oleh WHO dan kita menggunakan dua level yaitu level transmisi dan kapasitas respons," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7/2021).

Popular categories

Recent comments