Penembakan Terjadi di Kogi Nigeria, 14 Warga Tewas

-

Kogi

Seorang pria bersenjata melakukan penembakan di Negara Bagian Kogi, Nigeria. Sebanyak 14 warga desa tewas dalam penembakan itu.

Seperti dilansir AFP, Kamis (30/7/2020), penembakan itu terjadi di malam hari di area desa Koton-Karfe. Selain korban tewas, penembakan tersebut juga mengakibatkan 6 orang terluka serius.

“Saya ada di sana dan saya adalah bagian dari orang-orang yang mengambil beberapa mayat yang sedang kita bicarakan,” kata Komisaris Polisi Negara Bagian, Ede Ayuba.

Ede menyebut 13 orang tewas berasal dari keluarga yang sama. Menurutnya hanya ada seorang anggota keluarga yang selamat dari pembantaian itu.

“Dalam keluarga itu, hanya satu orang yang selamat. Pamannya, ibunya, istri pamannya, adik laki-lakinya, istri kakak laki-lakinya, istrinya dan semua anak-anaknya terbunuh,” ucapnya.

Ede mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelidiki peristiwa penembakan tersebut. Dia menduga pertikaian lama terkait hak atas tanah adalah motif yang melatarbelakangi insiden itu.

(maa/maa)

Share this article

Recent posts

9 Bulan Terlewati dengan Catatan 30 Juta Lebih Kasus Corona Terdeteksi

Sembilan bulan terlewati sejak kemunculan virus Corona (COVID-19) di dunia. Kini tercatat secara global kasusnya telah melampaui angka 30 juta.

Jejak Kaki Manusia dari 120 Ribu Tahun Lalu Ditemukan di Arab Saudi

Komisi Warisan Arab Saudi baru saja mengungkap penemuan situs arkeologi baru yang berusia 120.000 tahun. Situs itu menunjukkan jejak kaki manusia purba.

Dua Pesawat Militer China Kedapatan Terbang di Wilayah Taiwan

Taiwan melaporkan bahwa dua pesawat militer anti-kapal selam milik China kedapatan mengudara di dalam zona identifikasi pertahanan udara negara itu.

Trump Harap Arab Saudi Akui Israel pada Waktu yang Tepat

Presiden AS, Donald Trump, mengharapkan Arab Saudi untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

4 Unjuk Rasa di Berbagai Belahan Dunia Saat Corona Masih Mewabah

Aksi unjuk rasa masih berlangsung di berbagai negara meskipun dunia sedang dilanda Corona. Aksi unjuk rasa ini masih terjadi di bulan September.

Popular categories

Recent comments