Keluhan Presiden Negara Samba yang Tak Tahan Dikarantina

-

Sao Paulo

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro mengeluh karena telah dikarantina nyaris sepekan terakhir usai dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19). Presiden negeri samba itu tak tak tahan dengan rutinitas selama karantina, dia memutuskan untuk tes Corona lagi.

Sebagaimana dilansir AFP, Selasa (14/7/2020), tes Corona selanjutnya itu dijadwalkan dijalani Bolsonaro pada Selasa (14/7) waktu setempat. Bolsonaro menuturkan bahwa hasilnya seharusnya bisa diketahui beberapa jam setelahnya.

“Hasilnya seharusnya keluar dalam beberapa jam, dan saya akan menunggu dengan cemas karena saya tidak tahan rutinitas tetap tinggal di dalam rumah. Ini mengerikan,” ucap Bolsonaro dalam wawancara telepon dengan CNN Brazil, dari kediaman resminya di Alvorada Palace, Brasilia.

Sejak awal pandemi Corona, Bolsonaro selalu meremehkan keseriusan ancaman virus ini. Dia bahkan mengkritik langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah dalam upaya membatasi penyebaran virus Corona.

Dalam wawancara terbaru, Bolsonaro menyatakan dirinya merasa ‘sangat sehat’ dan tidak mengalami demam maupun gangguan pernapasan. Bolsonaro juga mengakui tidak kehilangan indera perasa, yang merupakan salah satu gejala utama virus Corona.

“Besok, saya tidak tahu apakah hasil tesnya akan mengonfirmasi itu (virus Corona-red), tapi jika semuanya baik-baik saja, saya akan kembali bekerja. Tentu saja, jika yang terjadi sebaliknya, saya akan menunggu beberapa hari lagi,” ujar presiden berusia 65 tahun ini dalam wawancara pada Senin (13/7) waktu setempat.

Share this article

Recent posts

PPKM Level 4 Berlaku Besok, Kapasitas Angkutan Umum-Taksi Online 50%

Penerapan PPKM level 4 berlaku mulai besok hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen. "Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Menko Kemaritiman dan…

Misteri Perusak Patung Ikon di Sulbar Dirusak Bikin Gempar

Video viral beredar menunjukkan seorang pria bermartil menghancurkan patung di salah satu sudut Polewali Mandar. Misteri masih belum terungkap, kenapa pria itu menghancurkan patung? Dalam salah satu potongan video pendek yang beredar di media sosial, tampak pria bermartil memukul-mukul Patung Tani yang tinggi menjulang. Peristiwa ini ternyata mengambil tempat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,…

Dua Lembaga BPJS Akan Integrasikan Data Layanan Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK akan mengintegrasikan data layanan program jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) secara spesifik. Dengan adanya integrasi data tersebut diharapkan akan meningkatkan mutu layanan yang diterima peserta.

Duka Bocah Vino Jadi Yatim Piatu Gegara Corona

Sungguh malang nasib seorang bocah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino. Bocah berusia 10 tahun itu harus kehilangan kedua orang tuanya gara-gara Corona (COVID-19).

Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Jadi Per Level

Pemerintah menjelaskan alasan mengganti istilah PPKM Darurat menjadi PPKM dengan level tertentu. Pergantian itu disebut mengikuti arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Terkait dengan level memang kita mengikuti apa yang diarahkan oleh WHO dan kita menggunakan dua level yaitu level transmisi dan kapasitas respons," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7/2021).

Popular categories

Recent comments