Tes Corona di Ibu Kota China yang Nyaris 1 Juta Orang Per Harinya

-

Beijing

Tes Corona yang dilakukan otoritas Kota Beijing, China telah mencapai hampir 1 juta orang per hari. Tes Corona massal yang banyak ini merupakan tindak lanjut dari cluster baru di Beijing.

Seperti dilansir Reuters, Senin (22/6/2020), otoritas Beijing telah memperluas pemeriksaan atau tes Corona di wilayahnya, sejak cluster baru muncul terkait pasar grosir makanan bernama Xinfadi lebih dari sepekan lalu.

Wabah baru di Beijing yang merupakan yang pertama dalam beberapa bulan terakhir ini. Wilayah ini telah melampaui angka puncak kasus sebelumnya pada awal Februari.

Tes Corona awalnya difokuskan pada orang-orang yang bekerja atau berbelanja di pasar Xinfadi atau mereka yang tinggal di dekat pasar tersebut. Namun tes kemudian diperluas hingga ke warga dari beberapa wilayah lainnya di Beijing, juga terhadap petugas pengantar makanan dan parsel.

Juru bicara Komisi Kesehatan Beijing, Gao Xiajun, dalam konferensi pers menyebut bahwa sejak kemunculan cluster baru, kapasitas tes Corona di Beijing meningkat dua kali lipat lebih dari 230 ribu tes per hari di sebanyak 124 lokasi.

Tes itu dilakukan terhadap sampel-sampel yang dikumpulkan dari banyak orang dalam satu tabung tes, yang berarti otoritas Beijing bisa mendapatkan hasil dari nyaris 1 juta orang setiap harinya.
Data HK

Share this article

Recent posts

Jet Tempur Taiwan Jatuh ke Laut, Pilot Tewas

Seorang pilot Taiwan tewas setelah jet tempurnya jatuh di lepas pantai timur pulau itu saat latihan rutin.

Sepekan Jelang Pilpres AS, Sudah 70 Juta Warga Gunakan Hak Pilih

Lebih dari 70 juta warga AS telah menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara awal atau early voting dalam pilpres tahun ini.

Bom Meledak di Madrasah Pakistan, 7 Orang Termasuk Anak-anak Tewas

Sebuah bom meledak di dalam kelas di sebuah madrasah di Pakistan. Tujuh orang, termasuk anak-anak, tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden ini.

Raja Malaysia Tolak Tetapkan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Didesak Mundur

PM Malaysia, Muhyiddin Yassin, menghadapi seruan mundur setelah Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah, menolak permintaannya untuk menetapkan keadaan darurat.

Meninggal di Usia 38 Tahun, Ini Sosok Pangeran Brunei Abdul Azim

Pangeran Brunei Abdul Azim meninggal di usia 38 tahun. Seperti apa sosoknya?

Popular categories

Recent comments