Jual Cairan Pemutih sebagai Obat Corona, Gereja Australia Didenda Rp 1,4 M

-

Canberra

Sebuah gereja di Australia dihukum denda AUS$ 151.200 (Rp 1,4 miliar) karena menjual produk yang diklaim sebagai obat ‘ajaib’ untuk virus Corona (COVID-19), yang ternyata mengandung produk cairan pemutih.

Seperti dilansir AFP, Rabu (13/5/2020), Administrasi Barang Terapi (TGA) yang mengatur legislasi produk terapi, menyatakan bahwa gereja bernama MMS Australia itu mendapatkan 12 hukuman denda dengan total AUS$ 151.200 atas pelanggaran hukum mengiklankan produk penyembuhan yang mengandung cairan pemutih.

MMS Australia disebut telah mempromosikan sebuah produk bernama ‘Miracle Mineral Solution’ atau MMS, yang menurut TGA, mengandung konsentrasi tinggi sodium chlorite — zat kimia yang dipakai sebagai bahan pemutih tekstil dan disinfektan.

MMS Australia merupakan bagian dari Genesis II Church of Health and Healing yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Genesis II Church di AS dilarang oleh Departemen Kehakiman AS untuk menjual atau mendistribusikan MMS versi mereka yang mengandung produk pemutih chlorine dioxide. Sebuah situs terkait Genesis II Church menampilkan daftar testimoni yang tanpa bukti, mengklaim MMS bisa menyembuhkan semuanya, mulai dari Alzheimer hingga malaria.

Share this article

Recent posts

Jet Tempur Taiwan Jatuh ke Laut, Pilot Tewas

Seorang pilot Taiwan tewas setelah jet tempurnya jatuh di lepas pantai timur pulau itu saat latihan rutin.

Sepekan Jelang Pilpres AS, Sudah 70 Juta Warga Gunakan Hak Pilih

Lebih dari 70 juta warga AS telah menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara awal atau early voting dalam pilpres tahun ini.

Bom Meledak di Madrasah Pakistan, 7 Orang Termasuk Anak-anak Tewas

Sebuah bom meledak di dalam kelas di sebuah madrasah di Pakistan. Tujuh orang, termasuk anak-anak, tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden ini.

Raja Malaysia Tolak Tetapkan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Didesak Mundur

PM Malaysia, Muhyiddin Yassin, menghadapi seruan mundur setelah Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah, menolak permintaannya untuk menetapkan keadaan darurat.

Meninggal di Usia 38 Tahun, Ini Sosok Pangeran Brunei Abdul Azim

Pangeran Brunei Abdul Azim meninggal di usia 38 tahun. Seperti apa sosoknya?

Popular categories

Recent comments