Curi Uang Majikan Rp 40 Juta untuk Pulkam, PRT Indonesia Dibui di Singapura

-

Singapura

Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia di Singapura didakwa mencuri uang milik majikannya agar bisa pulang kampung (pulkam). PRT ini ditangkap polisi Singapura di terminal feri Tanah Merah saat hendak pulang ke Indonesia, sekitar dua pekan lalu.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (28/4/2020), PRT Indonesia bernama Dewi Nurqolbiati (27) ini mengaku bersalah atas satu dakwaan pencurian dalam persidangan di Singapura. Dia dijatuhi hukuman empat pekan atau satu bulan penjara dalam sidang yang digelar Selasa (28/4) waktu setempat.

Diungkapkan dalam sidang bahwa Dewi mulai bekerja pada majikannya di Singapura sejak 12 Januari tahun ini. Dia memutuskan untuk mencuri uang agar bisa pergi meninggalkan Singapura saat langkah pembatasan pergerakan atau ‘circuit breaker’ diberlakukan untuk membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19).

Tindak pencurian itu dilakukan Dewi pada 12 April dini hari. Dia mengambil uang tunai sebanyak SG$ 3.700 (sekitar Rp 40 juta) milik suami majikannya yang baru pulang kerja pada malam hari. Uang tunai itu merupakan penghasilan suami majikannya, yang pekerjaannya tidak disebut lebih lanjut.

Uang itu ditempatkan di dalam sebuah dompet yang disimpan di dalam tas ransel yang diletakkan di ruang tamu. Dewi mengetahui ada uang di dalam tas itu karena pernah melihat suami majikan mengambil uang dari situ. Pada 12 April dini hari setelah keluarga majikannya tidur, Dewi beraksi dengan mengambil uang tunai itu. Dia juga mengambil paspor miliknya yang disimpan di tas tangan majikannya.

Dewi kemudian kabur dari rumah majikannya dengan membawa uang tunai itu, paspor dan barang-barang miliknya, dengan niat pulang ke Indonesia. Dia pergi ke Tanah Merah Ferry Terminal dan menyetorkan uang sebanyak SG$ 1.769 ke dalam rekeningnya di salah satu gerai 7-Eleven. Sisanya tetap dibawa oleh Dewi.

Majikan Dewi terbangun pada pagi harinya dan menyadari Dewi tidak ada di rumah. Sang majikan bersama suaminya berusaha mencari Dewi tapi tidak berhasil menemukannya. Sang majikan kemudian menyadari uang tunai milik sang suami dan paspor Dewi hilang. Hal ini lantas dilaporkan ke polisi.

Jaksa Raj Kishore Rai yang menangani kasus ini menyatakan polisi berhasil menangkap Dewi di terminal feri sebelum dia meninggalkan Singapura. Kepada polisi, Dewi mengakui telah mencuri uang milik suami majikannya dan menyerahkan sisa uang tunai sebanyak SG$ 1.940 yang dibawanya. Uang SG$ 1.760 yang disimpan di rekening Dewi juga disita dan dompet milik korban ditemukan di antara barang-barang yang dibawa Dewi.

(nvc/ita)

Share this article

Recent posts

PPKM Level 4 Berlaku Besok, Kapasitas Angkutan Umum-Taksi Online 50%

Penerapan PPKM level 4 berlaku mulai besok hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen. "Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Menko Kemaritiman dan…

Misteri Perusak Patung Ikon di Sulbar Dirusak Bikin Gempar

Video viral beredar menunjukkan seorang pria bermartil menghancurkan patung di salah satu sudut Polewali Mandar. Misteri masih belum terungkap, kenapa pria itu menghancurkan patung? Dalam salah satu potongan video pendek yang beredar di media sosial, tampak pria bermartil memukul-mukul Patung Tani yang tinggi menjulang. Peristiwa ini ternyata mengambil tempat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,…

Dua Lembaga BPJS Akan Integrasikan Data Layanan Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK akan mengintegrasikan data layanan program jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) secara spesifik. Dengan adanya integrasi data tersebut diharapkan akan meningkatkan mutu layanan yang diterima peserta.

Duka Bocah Vino Jadi Yatim Piatu Gegara Corona

Sungguh malang nasib seorang bocah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino. Bocah berusia 10 tahun itu harus kehilangan kedua orang tuanya gara-gara Corona (COVID-19).

Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Jadi Per Level

Pemerintah menjelaskan alasan mengganti istilah PPKM Darurat menjadi PPKM dengan level tertentu. Pergantian itu disebut mengikuti arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Terkait dengan level memang kita mengikuti apa yang diarahkan oleh WHO dan kita menggunakan dua level yaitu level transmisi dan kapasitas respons," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7/2021).

Popular categories

Recent comments