Bocorkan Data Kasus Corona ke Grup Chat, PNS Singapura Ditangkap

-

Singapura

Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Singapura ditangkap karena membocorkan jumlah kasus baru virus Corona (COVID-19) ke publik. Data yang bersifat rahasia itu dibagikan ke sebuah grup chat privat yang berisi orang-orang yang tidak berwenang mengetahui informasi tersebut.

Seperti dilansir The Star, Jumat (24/4/2020), Kepolisian Singapura dalam pernyataan pada Kamis (23/4) waktu setempat, mengumumkan pihaknya menangkap seorang wanita Singapura berusia 35 tahun di bawah Undang-undang Rahasia dan Penyalahgunaan Komputer.

Disebutkan kepolisian bahwa pihaknya menerima laporan pada 16 April bahwa jumlah kasus baru harian pada hari itu dibocorkan via postingan Instagram Story, sebelum Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) merilis data itu secara resmi ke publik.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa seorang wanita yang juga pegawai negeri itu membagikan data kasus baru untuk tanggal 16 April — sebanyak 728 kasus baru — kepada anggota grup chat online via aplikasi WeChat, yang tidak berwenang menerima informasi rahasia itu.

Anggota grup chat itu kemudian menyebarkan informasi tersebut sebelum MOH merilis datanya secara resmi. Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan wanita itu juga membagikan data kasus baru harian dengan grup chat yang sama dalam beberapa kesempatan lainnya.

Si pegawai negeri itu juga dituduh mengakses tanpa izin database COVID-19 milik pemerintah Singapura, untuk mengambil informasi rahasia dari seorang pasien positif virus Corona dan memberikan informasi itu kepada temannya. Kepolisian masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut.

Akibat dari pembocoran data ini, MOH memutuskan untuk merilis informasi terbaru soal jumlah tambahan kasus harian pada sore hari, bukan pada malam hari seperti sebelum-sebelumnya. Hal ini dilakukan secara rutin sejak Jumat (17/4) lalu hingga sekarang.

Wanita pegawai negeri ini terancam hukuman maksimum 2 tahun penjara dan hukuman denda maksimum SG$ 2 ribu jika terbukti bersalah menyebarkan informasi secara ilegal. Untuk tuduhan mengakses komputer tanpa izin, wanita ini bisa terancam hukuman maksimum 2 tahun penjara dan hukuman denda SG$ 5 ribu.

(nvc/ita)

Share this article

Recent posts

PPKM Level 4 Berlaku Besok, Kapasitas Angkutan Umum-Taksi Online 50%

Penerapan PPKM level 4 berlaku mulai besok hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen. "Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Menko Kemaritiman dan…

Misteri Perusak Patung Ikon di Sulbar Dirusak Bikin Gempar

Video viral beredar menunjukkan seorang pria bermartil menghancurkan patung di salah satu sudut Polewali Mandar. Misteri masih belum terungkap, kenapa pria itu menghancurkan patung? Dalam salah satu potongan video pendek yang beredar di media sosial, tampak pria bermartil memukul-mukul Patung Tani yang tinggi menjulang. Peristiwa ini ternyata mengambil tempat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,…

Dua Lembaga BPJS Akan Integrasikan Data Layanan Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK akan mengintegrasikan data layanan program jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) secara spesifik. Dengan adanya integrasi data tersebut diharapkan akan meningkatkan mutu layanan yang diterima peserta.

Duka Bocah Vino Jadi Yatim Piatu Gegara Corona

Sungguh malang nasib seorang bocah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino. Bocah berusia 10 tahun itu harus kehilangan kedua orang tuanya gara-gara Corona (COVID-19).

Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Jadi Per Level

Pemerintah menjelaskan alasan mengganti istilah PPKM Darurat menjadi PPKM dengan level tertentu. Pergantian itu disebut mengikuti arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Terkait dengan level memang kita mengikuti apa yang diarahkan oleh WHO dan kita menggunakan dua level yaitu level transmisi dan kapasitas respons," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7/2021).

Popular categories

Recent comments