Trump Batal Lockdown New York, Kematian Akibat Corona di AS Tembus 2.000

-

Washington DC

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump batal me-lockdown New York dan wilayah sekitarnya. Pembatalan itu dilakukan 8 jam usai Trump mengatakan akan me-lockdown wilayah itu untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Karantina tidak diperlukan,” kata Trump melalui Twitternya seperti dilansir dari Reuters, Minggu (29/3/2020).

Kendati demikian, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), menyarankan penduduk di daerah itu untuk tidak bepergian kecuali untuk tujuan penting.

Pengumuman Trump datang saat jumlah kematian di AS melewati 2.100, lebih dari dua kali lipat tingkat dari dua hari yang lalu. AS kini telah mencatat lebih dari 122.000 kasus virus Corona, terbanyak di antara negara mana pun di dunia.

Share this article

Recent posts

Jet Tempur Taiwan Jatuh ke Laut, Pilot Tewas

Seorang pilot Taiwan tewas setelah jet tempurnya jatuh di lepas pantai timur pulau itu saat latihan rutin.

Sepekan Jelang Pilpres AS, Sudah 70 Juta Warga Gunakan Hak Pilih

Lebih dari 70 juta warga AS telah menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara awal atau early voting dalam pilpres tahun ini.

Bom Meledak di Madrasah Pakistan, 7 Orang Termasuk Anak-anak Tewas

Sebuah bom meledak di dalam kelas di sebuah madrasah di Pakistan. Tujuh orang, termasuk anak-anak, tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden ini.

Raja Malaysia Tolak Tetapkan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Didesak Mundur

PM Malaysia, Muhyiddin Yassin, menghadapi seruan mundur setelah Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah, menolak permintaannya untuk menetapkan keadaan darurat.

Meninggal di Usia 38 Tahun, Ini Sosok Pangeran Brunei Abdul Azim

Pangeran Brunei Abdul Azim meninggal di usia 38 tahun. Seperti apa sosoknya?

Popular categories

Recent comments