Langgar Aturan Karantina Virus Corona, 3 Orang Dibui 2-3 Tahun di Serbia

-

Pokerace99 –

Tiga orang telah mendapat hukuman berat di Serbia karena melanggar aturan karantina mandiri yang diterapkan sebagai respons atas pandemi virus corona.

Media-media lokal melaporkan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (28/3/2020), ketiga orang tersebut telah dijatuhi hukuman penjara hingga 3 tahun.

Pemerintah Serbia telah menetapkan keadaan darurat dan mengambil langkah-langkah tegas sebagai respons atas wabah virus corona.

Di negara Balkan itu, sebanyak 530 orang telah dinyatakan positif terinfeksi coronavirus, dengan 8 orang di antaranya meninggal.

Media lokal, Juzne Vesti melaporkan bahwa seorang pria berumur 38 tahun divonis maksimum penjara tiga tahun di kota Dimitrovgrad setelah dinyatakan bersalah melanggar aturan yang mewajibkan warga untuk menghormati perintah medis selama wabah.

Berdasarkan aturan tersebut, semua warga Serbia yang kembali dari luar negeri, diharuskan melakukan karantina mandiri selama 14-28 hari.

Pria itu melanggar aturan tersebut saat kedapatan berada di bandara di kota Nis setelah dirinya kembali ke Serbia awal bulan ini.

Dia diadili secara online, sementara hakim, jaksa dan pengacara yang ditunjuk pengadilan berada di ruang sidang.

Televisi lokal, N1 melaporkan, dua orang lainnya divonis penjara masing-masing dua tahun dan 2,5 tahun di kota Pozarevac karena melanggar aturan yang sama.

Dilaporkan N1, total 111 orang telah ditahan atas pelanggaran yang sama.

14% Pasien COVID-19 di China Terinfeksi Lagi, Ada Second Wave?:

[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)

Share this article

Recent posts

PPKM Level 4 Berlaku Besok, Kapasitas Angkutan Umum-Taksi Online 50%

Penerapan PPKM level 4 berlaku mulai besok hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen. "Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Menko Kemaritiman dan…

Misteri Perusak Patung Ikon di Sulbar Dirusak Bikin Gempar

Video viral beredar menunjukkan seorang pria bermartil menghancurkan patung di salah satu sudut Polewali Mandar. Misteri masih belum terungkap, kenapa pria itu menghancurkan patung? Dalam salah satu potongan video pendek yang beredar di media sosial, tampak pria bermartil memukul-mukul Patung Tani yang tinggi menjulang. Peristiwa ini ternyata mengambil tempat di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,…

Dua Lembaga BPJS Akan Integrasikan Data Layanan Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK akan mengintegrasikan data layanan program jaminan sosial dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) secara spesifik. Dengan adanya integrasi data tersebut diharapkan akan meningkatkan mutu layanan yang diterima peserta.

Duka Bocah Vino Jadi Yatim Piatu Gegara Corona

Sungguh malang nasib seorang bocah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino. Bocah berusia 10 tahun itu harus kehilangan kedua orang tuanya gara-gara Corona (COVID-19).

Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Jadi Per Level

Pemerintah menjelaskan alasan mengganti istilah PPKM Darurat menjadi PPKM dengan level tertentu. Pergantian itu disebut mengikuti arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Terkait dengan level memang kita mengikuti apa yang diarahkan oleh WHO dan kita menggunakan dua level yaitu level transmisi dan kapasitas respons," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7/2021).

Popular categories

Recent comments